Libur Akhir Tahun, Cegah Penyakit Tidak Menular dengan Flexitarian Diet

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 31 Desember 2020 08:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 31 481 2336727 libur-akhir-tahun-cegah-penyakit-tidak-menular-dengan-flexitarian-diet-beuDR9vCHs.jpg Ilustrasi menu flexitarian diet. (Foto: Flexitarianfocus)

SELAMA libur akhir tahun, masyarakat biasanya lupa menjaga asupan makanan. Salah satunya dengan kurangnya konsumsi buah dan sayuran. Hal ini memang terlihat sepele, tapi memiliki dampak yang besar bagi tubuh.

Sekadar informasi, kurangnya konsumsi sayur dan buah menjadi faktor risiko terbesar penyakit tidak menular (PTM). Penyakit ini bersifat permanen serta meninggalkan kecacatan bagi para penderitanya.

Baca juga: Punya Resolusi Turun Berat Badan di 2021? Coba Sirtfood Diet Deh 

Nutrisionis sekaligus Ketua Indonesia Sport Nutritionist Assocation (ISNA), dr Rita Ramayulis, menyarankan seseorang untuk memulai hidup sehat untuk mencegah risiko PTM. Salah satu caranya adalah dengan melakukan flexitarian diet.

"Flexitarian diet merupakan pengaturan pola makan yang lebih mengutamakan konsumsi pangan dari nabati, terutama jenis sayur dan buah," terang dr Rita dalam dalam webinar bertajuk 'Sustaining the Healthy Habits with Real Food'.

Lebih lanjut ia mengatakan dalam flexitarian diet juga terdapat pengaturan distribusi energi sekali waktu makan yaitu 3-4-5. Jadi seseorang bisa makan pagi sebanyak 300 kkl, siang 400 kkl, sementara malam 500 kkl.

Baca juga: Tubuh Seksi dan Ramping, Kim Kardashian Jalani Diet Ini 

Tidak hanya sayuran dan buah, seseorang yang menjalani flexitarian diet juga boleh mengonsumsi sejumlah menu lain. Di antaranya:

1. Kacang-kacangan dan hasil olahannya seperti tempe dan tahu.

2. Susu dan hasil olahannya seperti yoghurt serta keju.

3. Gandum utuh dan biji-bijian utuh lainnya, atau serealia yang lebih berserat.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini