Selain Cegah Penyakit Tidak Menular, Flexitarian Diet Sehatkan Saluran Cerna

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 31 Desember 2020 12:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 31 481 2336731 selain-cegah-penyakit-tidak-menular-flexitarian-diet-sehatkan-saluran-cerna-edxFnNIyhA.jpg Ilustrasi menu flexitarian diet. (Foto: Louis Hansel/Unsplash)

PENYAKIT Tidak Menular (PTM) menjadi salah satu tantangan terberat masyarakat Indonesia. Sebesar 93,6 persen faktor risiko PTM disebabkan kurangnya konsumsi sayur dan buah.

Alhasil, memasukkan berbagai buah dan sayuran ke menu diet adalah pilihan tepat yang bisa dilakukan. Salah satunya dengan membiasakan diri untuk melakukan flexitarian diet dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Libur Akhir Tahun, Cegah Penyakit Tidak Menular dengan Flexitarian Diet 

Nutrisionis sekaligus Ketua Indonesia Sport Nutritionist Assocation (ISNA), dr Rita Ramayulis, mengatakan flexitarian diet merupakan pola makan yang lebih mengutamakan konsumsi pangan dari nabati, terutama jenis sayur dan buah.

Dalam dalam webinar bertajuk 'Sustaining the Healthy Habits with Real Food', dr Rita juga menjelaskan tentang beberapa keuntungan yang diperoleh jika melakukan flexitarian diet.

Menu flexitarian diet. (Foto: Flexitarianfocus)

"Terjadi penurunan asupan energi dan kolesterol. Terjadi peningkatan asupan serat, vitamin C, provitamin A dan vitamin B, kalium, kalsium, serta lemak jenuh. Terakhir terjadinya peningkatan zat fitokimia," terang dr Rita.

Selain mendapat keuntungan dengan menurunkan faktor risiko PTM, ia mengatakan bahwa melakukan flexitarian diet juga memiliki manfaat bagi kesehatan pencernaan. Dalam kesempatan yang sama pun, dirinya menjelaskan mengenai dampak positif flexitarian diet terhadap saluran cerna.

Baca juga: Resep Cornflake Chicken, Sajian Praktis Bikin Suami Makan Sayang 

"Gut mikrobiota merupakan barrier tubuh dalam menghadapi invasi dari luar. Mereka meningkatkan kemampuan hati dalam memetabolisme zat gizi dan memelihara mood yang baik. Gut mikrobiota akan mati saat tidak memperoleh makanan, hostnya stress, kurang tidur, jarang gerak, serta konsumsi antibiotik dan obat-obatan tertentu," jelasnya.

Alhasil, tubuh membutuhkan serat untuk gut mikrobiota bis tumbuh dan berkembang dengan baik dan bisa mempertahankan jumlahnya 80 persen. Oleh karena itu, fexitarian diet bisa menjadi pilihan tepat sebab mengandung serat yang tinggi.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini