Datangkan 1,8 Juta Dosis Vaksin Sinovac, Pemerintah Tegaskan Belum Selesai

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 31 Desember 2020 13:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 31 481 2336883 datangkan-1-8-juta-dosis-vaksin-sinovac-pemerintah-tegaskan-belum-selesai-OYYjCnrN2y.png Kedatangan 1,8 juta dosis Vaksin Covid-19 Sinovac di Bandara Soekarno-Hatta. (Foto: BPMI Setpres)

PEMERINTAH Indonesia pada hari ini kembali mendatangkan vaksin covid-19 buatan Sinovac Biotech. Momen kedatangan vaksin tersebut disiarkan langsung melalui Channel YouTube Sekretariat Presiden dan dihadiri langsung Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Melalui pidatonya secara daring, Menlu Retno menjelaskan bahwa hari ini pemerintah telah mendatangkan 1,8 juta Vaksin Sinovac. Vaksin ini nantinya dikirim ke Bio Farma di Kota Bandung untuk disimpan sesuai standar yang aman menurut World Health Organization (WHO).

Baca juga: Diguyur Hujan, 1,8 Juta Vaksin Sinovac Tiba di Bandara Soetta 

"Ini adalah pengiriman batch kedua, setelah pengiriman batch pertama sebesar 1,2 juta dosis pada 6 Desember 2020. Dengan ketibaan ini maka telah ada 3 juta dosis Vaksin Sinovac yang ada di Indonesia," terang Menlu Retno, sebagaimana dikutip dari Channel YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (31/12/2020).

Dalam kesempatan itu, Menlu Retno juga menjelaskan bahwa upaya pemerintah dalam mendatangkan vaksin covid-19 belum selesai. Sebab dalam waktu dekat diharapkan 15 juta dosis Vaksin Sinovac yang akan dimanifaktur oleh Bio Farma akan tiba juga di Indonesia. Bahkan sejak awal Indonesia telah menjalin komunikasi untuk mengamankan suplai dari berbagai sumber lain.

Baca juga: Update Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac di Indonesia: Efek Samping Ringan 

"Kemarin Indonesia baru menandatangani kesepakatan dengan Novavax, menggunakan platform protein subunit recombinant yang berasal dari Amerika Serikat sebesar 50 juta dosis. Kemudian dari AstraZeneca akan menggunakan platform viral factor berasal dari Inggris, juga sebesar 50 juta dosis. Secara paralel pembicaraan berkesinambungan juga telah dilakukan dengan Pfizer yang berasal dari Amerika Serikat (AS) dan Jerman," tuntasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini