Begadang saat Malam Tahun Baru, Ini Bahayanya untuk Kesehatan

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 01 Januari 2021 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 31 481 2336962 begadang-saat-malam-tahun-baru-ini-bahayanya-untuk-kesehatan-2Quc7JMOlu.jpg Ilustrasi begadang malam tahun baru. (Foto: Prostooleh/Freepik)

MALAM tahun baru biasanya identik dengan begadang sampai dini hari, bahkan menjelang subuh. Berbagai acara biasanya digelar pada malam harinya, sehingga mereka akan terus segar walau sudah sangat larut.

Lantas, apa bahaya orang yang begadang atau kurang tidur, termasuk ketika malam tahun baru?

Baca juga: Hindari Begadang, Praktikkan 6 Cara Ini Supaya Bisa Tidur Nyenyak 

Dikutip dari laman Heart, Jumat (1/12/2020), hasil penelitian menunjukkan bahaya kurang tidur akibat begadang dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk stroke, obesitas, dan penyakit alzheimer.

"Ini seperti diet, setiap sel dalam tubuh mendapat manfaat dari makanan dalam beberapa cara. Tidur serupa dengan cara itu. Seluruh tubuh (manfaat)," kata Michael Grandner, direktur Program Penelitian Tidur dan Kesehatan di Fakultas Kedokteran Universitas Arizona di Tucson.

Tahun Baru 2021. (Foto: Kamran Aydinov/Freepik)

Kurang tidur pada satu malam saja dapat menyebabkan penumpukan protein beta amiloid di otak, komponen kunci dalam risiko penyakit alzheimer. Hal ini disambungkan dalam sebuah studi pada tahun 2018. Peneliti menemukan tanda-tanda protein di hipokampus yang berperan besar dalam membentuk ingatan baru dan merupakan salah satu area pertama yang terkena alzheimer.

Baca juga: 5 Dampak Buruk Begadang, WFH Tidur Harus Teratur Ya! 

Ada juga bukti bahwa kurang tidur berkontribusi terhadap kelebihan berat badan. Satu studi menemukan orang yang tidur kurang dari tujuh jam setiap malam, lebih cenderung memiliki indeks massa tubuh rata-rata yang lebih tinggi dan mengembangkan obesitas daripada mereka yang tidur lebih banyak.

"Tidur memberikan banyak peran dan terlibat dalam sebagian besar sistem pengaturan dalam tubuh. Ini mencakup segala sesuatu mulai dari bagaimana sel mengangkut glukosa untuk mengatur energi, hingga bagaimana sistem kekebalan mengenali jaringan untuk diperbaiki," ujarnya.

Namun, ketidakmampuan untuk tidur tidak selalu menjadi masalah medis. Hal ini dapat terjadi hanya karena masalah kebersihan tidur yang buruk.

"Seperti kebiasaan yang menyebabkan waktu tidur lebih lama dan tidur yang tidak cukup," terang Marie-Pierre St-Onge, direktur Sleep Center of Excellence di Columbia University Irving Medical Center.

"Menjaga kebersihan tidur yang baik dan jadwal yang stabil membantu mengatur siklus. Misalnya, tidak menatap ponsel atau komputer sampai Anda pergi tidur," jelasnya.

Baca juga: Pasangan Kamu Tipe Makhluk Malam, Apa yang Harus Dilakukan? 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini