Mirip Donor Darah, Begini Cara Pengambilan Plasma Konvalesen

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 31 Desember 2020 20:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 31 612 2336930 mirip-donor-darah-begini-cara-pengambilan-plasma-konvalesen-DIxhzq2agq.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

METODE plasma konvalesen menjadi perbincangan hangat sejak beberapa waktu lalu. Kabarnya metode ini efektif untuk mengobati pasien Covid-19 dengan derajat kesakitan yang parah serta aman untuk dilakukan.

Direktur Pengembangan dan Riset RSPAD Gatot Soebroto, Kolonel CKM dr Nana Sunardi menjelaskan, plasma konvalesen merupakan metode transfer plasma darah dari mantan pengidap Covid-19, yang sudah sembuh kepada pasien yang sedang kritis.

Meski demikian, proses pengambilan plasma darah ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Diperlukan beberapa metode menggunakan alat khusus dan orang yang ahli di bidangnya.

Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) RSPAD Gatot Soebroto, dr. Dwi Novi, SpPK menjelaskan bahwa proses pengambilan plasma darah untuk mengobati pasien virus corona Covid-19 hampir sama dengan donor darah biasa. Hanya saja diperlukan satu alat untuk memisahkan plasma dan sel darah merah untuk diberikan kepada pasien.

“Kalau donor darah biasa kan semua komponen darahnya diambil, kalau ini sudah ada alatnya khusus alat untuk apheresis dia bisa digunakan untuk plasmaferesis dan juga tromboferesis," terang dr. Novi, dalam wawancara Eksklusif iNews,

"Trombo itu trombosit. Dalam penggunaan untuk survival Covid-19 kami gunakan plasmaferesis,” tambah dia.

Dokter Novi mengatakan, apheresis bekerja untuk memisahkan butir eritrosit (Sel darah merah) kemudian hanya plasmanya saja yang ditampung. Sementara sisa sel darah merahnya yang tidak diambil akan kembali ke dalam tubuh sang pendonor.

“Jadi plasma yang tadi sudah diambil dari pasiennya dimasukkan ke dalam kantong dan tidak di apa-apakan. Kemudian kita ambil tiga tabung kecil sekira tiga cc dalam satu tabung. Ini akan dilakukan pemeriksaan penyakit menular melalui transfusi darah. Jadi ini prosesnya sama seperti proses donor darah juga yang biasa kami lakukan,” lanjutnya.

Untuk memastikan darah yang didonorkan kepada pasien Covid-19 aman digunakan, dr. Novi mengatakan rumah sakit akan melakukan uji sains terhadap empat penyakit menular. Beberapa penyakit tersebut diantaranya adalah hepatitis B, hepatitis C, HIV dan juga sifilis.

“Kalau antibodi Covid-19 sudah pasti ada ya, karena yang mau kita ambil kan justru antibodi Covid-19 yang akan diberikan kepada pasien,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini