Vaksin AstraZeneca Disetujui EUA, "Angin Segar" bagi Indonesia

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 01 Januari 2021 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 01 481 2337171 vaksin-astrazeneca-disetujui-eua-angin-segar-bagi-indonesia-8DWC5rewZ8.jpg Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Freepik)

INDONESIA baru saja mendatangkan 1,8 juta dosis Vaksin Sinovac ke Tanah Air pada Kamis kemarin. Tentunya ini menjadi angin segar dalam upaya memutus mata rantai covid-19 di Tanah Air. Tidak hanya Vaksin Sinovac, Indonesia juga telah menandatangani kesepakatan untuk mendapatkan vaksin buatan Novavax (Amerika Serikat) dan AstraZeneca (Inggris).

Terkait hal ini, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut bahwa Indonesia baru menandatangani kesepakatan dengan Novavax menggunakan platform protein subunit recombinant dan AstraZeneca menggunakan platform viral factor. Masing-masing sebesar 50 juta dosis atau total 100 juta dosis.

Baca juga: Indonesia Resmi Beli Vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Novavax, Total 100 Juta Dosis 

"Kemarin kita menerima kabar bahwa Emergency Use Authorization (EUA) AstraZeneca telah diberikan oleh Medicines and Healthcare Products Regulatory Agency (MHRA) Inggris. Ini tentunya kabar yang bagus bagi kita semua karena MHRA adalah regulator authority yang memiliki mekanisme reliance dengan POM," terang Menlu Retno, seperti dikutip dari siaran Channel YouTube Sekretariat Presiden, Kamis 31 Desember 2020.

Menurut dia, dengan menggunakan mekanisme reliance ini maka proses penerbitan EUA atas Vaksin AstraZeneca di Indonesia bakal jadi lebih mudah. Kini upaya terkoordinasi dengan semua pihak dan lembaga terkait, baik di Indonesia maupun luar negeri, terus dilakukan untuk mempercepat proses EUA.

Baca juga: Mi Instan asal Indonesia Jadi Alat Transaksi Seks di Ghana 

"Tentunya proses ini tidak akan pernah mengompromikan aspek keamanan dan efektivitas dan kualitas vaksin. Pengamanan vaksin melalui trek multilateral. Saat ini Indonesia telah mengirimkan dua dokumen aplikasi yaitu Vaccine Request dan Technical Assistant Form, pada November dan Desember," lanjutnya.

Selanjutnya melalui diplomasi Indonesia juga mengawal submisi lainnya yakni Vaccine Request Form Part B mengenai indemnifikasi (untuk mengalihkan risiko di antara pihak-pihak yang berkontrak) yang rencananya akan diserahkan pada 8 Januari 2021.

Ada pula Cold Chain Equipment atau CCE Support Request terkait dengan kapasitas teknis penyediaan sistem pendingin vaksin pada kuartal pertama 2021.

Baca juga: Mirip Donor Darah, Begini Cara Pengambilan Plasma Konvalesen 

Vaksin AstraZeneca.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini