Ini 3 Jenis Masker Rekomendasi WHO, Efektif Cegah Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 02 Januari 2021 04:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 01 481 2337471 ini-3-jenis-masker-rekomendasi-who-efektif-cegah-covid-19-6Nf4Mq1PS9.jpg Masker N95 direkomendasikan WHO untuk cegah covid-19. (Foto: Shutterstock)

MASKER wajah merupakan salah satu perlengkapan penting di masa pandemi covid-19 ini. Dengan mengenakan masker, potensi terpapar virus corona menjadi kecil. Tapi, masker yang digunakan haruslah sesuai standar supaya fungsinya maksimal.

Saat ini banyak sekali masker yang beredar di pasaran. Mulai masker kain, masker scuba, hingga masker medis. Namun sebenarnya, masker jenis apakah yang efektif mencegah covid-19?

Baca juga: Sophie Turner 'Game of Thrones' Tetap Pakai Masker saat Melahirkan 

Merangkum dari akun Instagram resmi Kemenkes RI @kemenkes_ri, ada tiga jenis masker yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

Masker rekomendasi WHO. (Foto: Instagram @kemenkes_ri)

1. Masker N95

Masker ini memiliki standar tinggi dan sebaiknya dipakai oleh petugas kesehatan yang langsung berhadapan dengan pasien serta virus di lab.

2. Masker bedah 3 ply

Masker ini biasanya dipakai oleh tenaga medis. Masker medis memiliki tiga lapisan (layer). Lapisan tengahnya terdapat filter untuk menyaring cairan keluar saat bersin, pilek, atau batuk.

Baca juga: Musim Liburan Tiba, Jangan Kendor Prokes 3M Covid-19 

3. Masker kain

Masker ini memiliki tiga lapis kain. Masker kain sebaiknya tidak terbuat dari bahan elastis, karena dinilai kurang maksimal mencegah virus penyakit.

Baca juga: Malam Tahun Baru 2021 yang Mengharukan di New York

Meski ketiga masker tersebut direkomendasikan WHO, cara pemakaian yang baik dan benar juga berpengaruh dalam keberhasilan pencegahan virus corona.

"Yang terpenting pakai masker dengan benar. Tutupi hidung, mulut, hingga dagu. Tidak menyentuh bagian depan masker yang sedang digunakan, dan cuci masker kain tiap hari setelah digunakan," jelas Kemenkes.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini