Jual Kue dari Serbuk Gergaji, Pengusaha Ini Dituntut di Pengadilan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 01 Januari 2021 14:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 01 612 2337336 jual-kue-dari-serbuk-gergaji-pengusaha-ini-dituntut-di-pengadilan-0RacIAyqJ3.jpg Ilustrasi kue. (Foto: Olia Nayda/Unsplash)

SEORANG pria produsen kue di Jerman dituntut di pengadilan karena menjual kue dari serbuk gergaji sejak dua dekade lalu. Kini ia telah diperintahkan untuk berhenti, sebab remah-remah kayu yang digunakan dianggap tidak layak dikonsumsi manusia.

Pengadilan Administratif Kota Karlsruhe, Jerman, telah mendukung keputusan untuk melarang penjualan kue yang dibuat dengan serbuk gergaji. Meski demikian, pengusaha tersebut mengklaim bahwa itu adalah produk sayuran tradisional.

Baca juga: Meriahkan Tahun Baru dengan Honey Castella Pudding Cake, Ini Cara Membuatnya 

Pengusaha yang tidak disebutkan namanya itu juga telah menjalankan bisnis pesanan kue melalui pos. Ia sudah menjual kue serbuk gergaji di seluruh Jerman. Mereka secara terbuka mencantumkan serbuk gergaji sebagai bahan pada kemasan rotinya.

Serbuk gergaji

Mereka juga telah menuliskan produknya ke Kota Karlsruhe tentang bisnisnya pada 2004, tetapi tidak mendapat jawaban. Kemudian pada 2017, pemeriksaan rutin terhadap sampel biskuit berujung pada larangan penjualan yang kemudian digugat di pengadilan.

"Kue-kue ini tidak boleh masuk ke dalam rantai makanan karena tidak aman, dan secara objektif dilihat tidak layak dikonsumsi manusia," isi keputusan Pengadilan Tinggi Administratif Negara Bagian Baden-Württemberg, seperti dikutip dari Oddity Central, Jumat (1/1/2021).

Di dalamnya, hakim menambahkan bahwa meskipun si pengusaha mengklaim bahwa serbuk gergaji adalah bahan tradisional, sebenarnya bahan ini tidak digunakan di sektor industri pakan ternak.

Baca juga: Yuk Cobain Uniknya Lemon Tart, Asam Segar Jadi Satu 

Pengadilan berpendapat bahwa serbuk gergaji digunakan sebagai pengisi dan pembawa untuk aplikasi teknis, dan tidak ada dalam daftar bahan baru yang dapat dimakan yang disetujui oleh Uni Eropa.

Hakim menambahkan bahwa tidak ada bukti penggunaan serbuk gergaji yang signifikan untuk konsumsi manusia. Ini karena riwayatnya sebagai bahan yang aman. Meski demikian, pihak pembuat roti tidak setuju dengan pendapat ini.

Pengusaha tersebut mengklaim bahwa serbuk gergaji "mikrobiologis" yang digunakan dalam rotinya adalah "produk herbal" yang mirip dengan dedak. Oleh karena itu, bahan ini cocok sebagai pengganti tepung.

Sebagaimana diketahui, penggunaan historis serbuk gergaji dan produk sampingan kayu lainnya dalam makanan sudah banyak dilakukan sejak 1700-an hingga hari ini.

Baca juga: Cocok buat Camilan Sore, Bikin Kue Mug Yuk! 

Menurut Conucopia Institute, pada 1700-an, pembuat roti di Eropa mulai menggunakan serbuk gergaji dalam produk mereka. Alhasil, mereka dapat menurunkan biaya dan menarik lebih banyak pelanggan.

"Pada titik tertentu, beberapa penggilingan pintar berkata, 'Hei, bagaimana jika kita menggabungkan tepung dengan serbuk gergaji?'," ungkap sejarawan makanan Penn State Bryan McDonald kepada Cornucopia Institute.

Baca juga: Mudah Lho Bikin Red Velvet Cake Sendiri, Simak Nih Caranya 

Namun, serbuk gergaji dan bahan-bahan seperti bubur kayu, tepung kayu, serta selulosa ditemukan dalam makanan pada 2016. Misalnya, uji lab yang dilakukan oleh Bloomberg Business menemukan bubur kayu dan selulosa dalam beberapa merek keju yang dijual di Amerika Serikat (AS).

Keputusan Pengadilan Jerman untuk melarang penjualan kue yang mengandung serbuk gergaji belum mengikat secara hukum, sebab pembuat roti masih memiliki opsi untuk mengajukan banding.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini