Wow! Siput Laut Raksasa Ini Miliki Berat 14 Kg, Tampangnya Mirip Alien

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 02 Januari 2021 21:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 02 612 2337622 wow-siput-laut-raksasa-ini-miliki-berat-14-kg-tampangnya-mirip-alien-AKMj4It0mQ.jpg Aplysia vaccaria si siput laut raksasa yang mirip alien. (Foto: Oddity Central)

APLYSIA vaccaria atau dikenal juga sebagai kelinci laut hitam atau kelinci laut hitam California adalah siput laut raksasa atau terbesar di dunia. Hewan lunak ini memiliki ukuran panjang mencapai 99 sentimeter (cm) dan berat hingga 14 kilogram (kg). Kemudian tampangnya cukup seram dengan warna hitam gelap dan tanduk yang mirip alien.

Dikutip dari Oddity Central, Jumat (1/1/2021), kehadiran aplysia vaccaria jadi pemandangan yang sangat langka, termasuk untuk orang-orang yang tinggal di dekat habitatnya yang sangat terbatas di lepas pantai dan Teluk California. Siput laut raksasa ini hanya berkelana ke perairan dangkal untuk bertelur.

Baca juga: Siput Bisa Tidur Selama 3 Tahun, Ini Penyebabnya 

Seperti kebanyakan siput laut lainnya, moluska raksasa ini adalah herbivora. Mereka memakan alga coklat dan rumput laut sebagai pakan utamanya. Warna tumbuhan yang dimakan siput laut raksasa ini menentukan warnanya sendiri.

Itulah yang menjadi alasan mengapa warna hewan ini menjadi hitam atau coklat tua. Sedangkan anggota keluarga aplysia vaccaria lainnya berwarna kemerahan atau hijau.

Aplysia vaccaria si siput laut raksasa yang mirip alien. (Foto: Instagram @neesi_p)

Terlepas dari ukurannya yang mengesankan, hewan yang kerap disebut kelinci hitam California ini memiliki dua tonjolan seperti telinga yang tumbuh dari kepalanya. Tonjolan tersebut berguna sebagai mekanisme pertahanannya.

Sementara spesies siput laut lainnya diketahui dapat mengeluarkan tinta yang membingungkan predator. Tinta tersebut juga dapat menghilangkan nafsu makan. Sayangnya, aplysia vaccaria tidak mampu memproduksi zat ini.

Baca juga: Bekicot, Saudara Jauh Siput yang Punya Banyak Manfaat Baik 

Penelitian telah menunjukkan bahwa ketidakmampuan ini merupakan konsekuensi evolusioner dari bentuk pertahanan yang lebih maju. Aplysia vaccaria mampu menghasilkan racun dari senyawa yang mereka terima dari makanannya.

Sementara pola makan mereka menentukan jenis racun yang mereka hasilkan. Alga coklat menghasilkan toksin acetoxycrenulide yang diekstrak oleh siput dan memungkinkan untuk menumpuk di jaringannya.

Dikarenakan acetoxycrenulide sangat beracun bagi ikan, secara efektif dapat mencegah predasi. Untungnya tingkat asetoksikrenulida yang tinggi tidak berbahaya bagi manusia.

Baca juga: Hewan Peliharaan Perlu Divaksin Covid-19? 

Fakta tersebut ditunjukkan oleh YouTuber dan pembawa acara TV Coyote Peterson beberapa tahun lalu, ketika mengambil spesimen ukuran sedang dan memegangnya di tangannya selama beberapa menit, selama episode Brave Wilderness.

Tetapi hanya karena manusia dapat dengan aman menyentuh siput laut aplysia vaccaria, bukan berarti sebagian besar benar-benar ingin melakukannya.

Aplysia vaccaria si siput laut raksasa yang mirip alien. (Foto: Facebook American Association of Zoo Keepers)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini