Virus Corona Jenis Baru di Afrika Selatan Juga Cepat Menular

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 04 Januari 2021 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 04 481 2338468 virus-corona-jenis-baru-di-afrika-selatan-juga-cepat-menular-Wre8zkwDzg.jpg Pandemi Covid-19 (Pixabay)

Virus corona jenis baru di Afrika Selatan dilaporkan kebal terhadap vaksin. Hal ini dijelaskan secara gamblang oleh ilmuwan dari Universitas Oxford Sir John Bell.

Sir John Bell mengatakan, kemunculan virus corona jenis baru masih menjadi tanda tanya besar di kalangan ilmuwan. Mereka masih mencari tahu apakah mutasi virus tersebut dapat dicegah penularannya dengan vaksin yang saat ini tengah didistribusikan di seluruh dunia.

 Covid-19

Namun satu yang pasti, mutasi virus corona yang ditemukan di Afrika Selatan itu diklaim ‘lebih mengkhawatirkan’ daripada mutasi virus yang ditemukan di tenggara Inggris. Sir John Bell mengatakan, ini karena sifatnya yang lebih mudah menular.

“Mutasi virus corona di Afrika Selatan ini benar-benar menunjukkan perubahan substansial dalam struktur protein,” kata Sir John Bell kepada Times Radio, sebagaimana dikutip Okezone dari The Sun, Senin (4/1/2021).

“Saya pikir tidak mungkin mutasi ini akan mematikan efek vaksin sepenuhnya. Mereka masih memiliki efek residu,” imbuhnya.

Sir John Bell menambahkan, strain baru yang diberi nama 501.V2, itu ditemukan tepat sebelum perayaan Natal 2020. Mutasi virus ini dianggap tidak lebih mematikan dari jenis virus corona (Covid-19). Namun tingkat penularannya disinyalir lebih cepat.

Hal tersebut ditandai dengan melonjaknya kasus positif Covid-19 di Afrika Selatan hingga menyentuh angka 1 juta kasus pada akhir Desember 2020 lalu. Selain Afrika Selatan, dua mutasi virus corona juga ditemukan di Inggris.

Kendati demikian para ahli menyebut kemunculan mutasi itu hanyalah efek dari gelombang penyebaran virus Covid-19 di Inggris, atau yang mereka sebut dengan istilah ‘tip of the iceberg’ (puncak gunung es).

Lebih lanjut Sir John Bell menjelaskan, setidaknya dibutuhkan waktu satu bulan atau enam minggu untuk mendapatkan vaksin baru guna menekan penyebaran mutasi virus corona terebut

“Oleh karena itu, saya berharap masyarakat tetap tenang dan selalu disiplin menjaga protokol kesehatan,” tandasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini