Cegukan, Salah Satu Gejala Virus Corona Jenis Baru

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 04 Januari 2021 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 04 481 2338520 cegukan-salah-satu-gejala-virus-corona-jenis-baru-8pvMrcVprr.jpg Pandemi Covid-19 (EG 24 News)

Virus corona jenis baru menyebar dengan cepat di Inggris baru-baru ini. Varian baru ini juga diyakini lebih mudah menular, terutama di antara anak-anak, tetapi tidak menyebabkan penyakit yang lebih parah.

Apa saja gejala virus corona jenis baru yang harus diwaspadai? Menurut penelitian yang dilansir Express.co.uk, cegukan bisa jadi pertanda terkena virus corona jenis baru.

 Covid-19

Covid-19 jenis baru menular pertama kali di tenggara Inggris. Lalu sebuah laporan yang diterbitkan oleh para ilmuwan di Imperial College London menemukan virus corona jenis baru itu sudah menyebar dengan cepat selama penguncian kedua negara pada bulan November.

Berbeda dengan jenis pertama, virus corona jenis baru telah menunjukkan peningkatan penularan di semua kelompok umur.

Lalu apa saja gejala yang harus diperhatikan?

Kepala Petugas Medis, Profesor Chris Whitty mengatakan, gejala virus corona jenis baru tidak berbeda dengan strain yang sudah beredar.

NHS mencantumkan tiga gejala utama yang ditimbulkan oleh virus corona baru, diantaranya seperti berikut:

1. Suhu tinggi

Ini berarti Anda merasa panas untuk menyentuh dada atau punggung Anda (Anda tidak perlu mengukur suhu Anda)

2. Batuk terus-menerus

Jika Anda batuk terus menerus selama lebih dari 1-3 jam, itu bisa jadi pertanda dari gejala virus corona baru. Terlebih jika Anda batuk dalam 24 jam (jika Anda biasa batuk, mungkin lebih buruk dari biasanya)

3. Kehilangan penciuman dan perasa

Ini berarti Anda telah memperhatikan bahwa Anda tidak dapat mencium atau merasakan apa pun, atau hal-hal yang berbau atau rasa berbeda dari biasanya.

Tetapi, beberapa studi kasus menunjukkan bahwa cegukan yang terus-menerus mungkin merupakan manifestasi Covid-19 jenis baru.

Dalam studi kasus 2020 baru-baru ini, seorang pria berusia 64 tahun ditemukan cegukan terus-menerus sebagai satu-satunya gejala Covid-19.

Subjek penelitian mengunjungi klinik rawat jalan setelah mengalami cegukan selama 72 jam.

Tes darah dan pencitraan paru-paru dilakukan, mengungkapkan bukti infeksi paru-paru dan jumlah sel darah putih yang rendah.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini