WHO Ungkap 4 Mutasi Baru Virus Corona yang Menyebar di Dunia

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 04 Januari 2021 16:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 04 481 2338667 who-ungkap-4-mutasi-baru-virus-corona-yang-menyebar-di-dunia-Gr5nudH33H.jpg Ilustrasi varian baru virus corona. (Foto: Ubergizmo)

ORGANISASI Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menyatakan dalam laporannya bahwa setidaknya ada empat mutasi baru virus corona yang menyebar di dunia sejak kasus pertama infeksi. Kasus infeksi itu pertama kali dilaporkan di Wuhan, China, pada November 2019.

WHO menerangkan bahwa sejak awal pandemi, mereka telah menerima beberapa laporan kejadian kesehatan masyarakat yang tidak biasa. Situasi ini kemungkinan disebabkan oleh varian SARS-CoV-2.

Baca juga: Covid-19 Jenis Baru Lebih Ganas? Begini Penjelasan Ahli UGM 

WHO mengatakan varian SARS-CoV-2 berkembang sejak penyakit tersebut muncul. Merangkum dari India Today, Senin (4/12/2021), berikut empat mutasi virus corona sebagiamana dijelaskan WHO.

1. Mutasi D614G

Dengan substitusi D614G dalam gen yang mengode protein lonjakan muncul pada akhir Januari atau awal Februari 2020. Selama beberapa bulan, mutasi D614G menggantikan strain SARS-CoV-2 awal yang diidentifikasi di China.

Pada Juni 2020, WHO mengatakan mutasi menjadi bentuk yang lebih dominan dari virus corona yang beredar secara global. Penelitian telah menunjukkan bahwa strain kedua dengan substitusi D614G telah meningkatkan infektivitas dan penularan dibandingkan dengan strain virus awal.

Namun, mutasi tersebut tidak menyebabkan penyakit yang lebih parah atau mengubah keefektifan diagnosis laboratorium, terapi, vaksin, atau tindakan pencegahan kesehatan masyarakat yang ada.

Baca juga: Menyerang Singapura, Indonesia Waspadai Varian Baru Covid-19 

2. Varian Cluster 5

Setelah varian kedua, jenis lain dari virus corona dilaporkan muncul pada Agustus dan September 2020 yang dikaitkan dengan infeksi di antara hewan cerpelai yang kemudian ditularkan ke manusia.

Varian virus corona baru, yang disebut sebagai Cluster 5, diidentifikasi di Jutlandia Utara, Denmark. Dikarenakan studi pendahuluan dilakukan di Denmark, ada kekhawatiran bahwa varian ini dapat mengakibatkan berkurangnya netralisasi virus pada manusia.

"Kondisi ini berpotensi menurunkan tingkat dan durasi perlindungan kekebalan setelah infeksi alami atau vaksinasi," kata laporan WHO tersebut.

Pada September 2020, pihak berwenang hanya mengidentifikasi 12 kasus manusia dari varian Cluster 5.

3. Varian SARS-CoV-2 VOC 202012/01

Pada 14 Desember 2020, Pemerintah Inggris melaporkan varian yang disebut SARS-CoV-2 VOC 202012/01. Menariknya, varian tersebut secara filogenetik tidak terkait dengan virus SARS-CoV-2 yang telah menyebar di Inggris pada saat varian itu terdeteksi.

Masih belum jelas bagaimana dan dari mana SARS-CoV-2 VOC 202012/01 berasal. Seiring waktu, lebih banyak kasus varian virus corona telah terdeteksi di Inggris. Hingga 30 Desember, varian VOC-202012/01 telah dilaporkan di 31 negara / wilayah / wilayah lain di lima dari enam wilayah WHO.

Baca juga: Varian Baru Virus Corona Ditemukan di Afrika Selatan, Lebih Agresif! 

Covid-19. (Foto: Okezone)

4. Varian 501Y.V2

Pada 18 Desember, Afrika Selatan mengumumkan deteksi varian baru SARS-CoV-2 yang menyebar dengan cepat di tiga provinsi di negara itu. Afrika Selatan menamai varian ini 501Y.V2.

Sementara SARS-CoV-2 VOC 202012/01 dari Inggris juga memiliki mutasi N501Y, analisis filogenetik telah menunjukkan bahwa 501Y.V2 dari Afrika Selatan adalah varian virus yang berbeda.

Pada minggu mulai 16 November, pengurutan rutin oleh otoritas kesehatan Afrika Selatan menemukan bahwa varian SARS-CoV-2 baru ini sebagian besar telah menggantikan virus SARS-CoV-2.

WHO melaporkan virus ini beredar di Provinsi Eastern Cape, Western Cape, dan KwaZulu-Natal. Varian yang dilaporkan di Afrika Selatan telah dilaporkan dari empat negara lain hingga saat ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini