Beautypedia, Mengenal Sejarah Lipstik

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 04 Januari 2021 12:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 04 611 2338448 beautypedia-mengenal-sejarah-lipstik-g97GjKg4sM.jpg Lipstik (Foto: Style caster)

Kosmetik dapat ditelusuri kembali ke peradaban kuno. Secara khusus, penggunaan pewarna bibir alias lipstik sudah lazim di kalangan orang Sumeria, Mesir, Suriah, Babilonia, Persia, dan Yunani kuno.

Kemudian, Elizabeth I dan para wanita di istananya mewarnai bibir mereka dengan merkuri sulfida merah. Selama bertahun-tahun, pemerah pipi digunakan untuk mewarnai bibir dan pipi, bergantung pada gaya zamannya.

lipstik 

Dalam masyarakat Barat selama paruh kedua abad kesembilan belas, umumnya diyakini hanya wanita nakal yang memakai lipstik. Baru pada abad ke-20 lipstik dan kosmetik secara umum dapat diterima masyarakat.

Lipstik dibuat sebagai tren fesyen saat ini dan hadir dalam berbagai warna. Lipstik terbuat dari pewarna dan pigmen dalam basis lilin minyak wangi.

Harga lipstik pun sangat beragam tergantung dari merk, bahan, kualitas, serta ketahanan dari lipstik tersebut. Saat ini, banyak produsen yang menawarkan lipstik yang dapat dipakai hingga 16 jam, bahkan lebih.

Umumnya, lipstik dijual dalam tabung dengan panjang 3 inci (7,6 cm) dan diameter sekitar 0,5 cm (1,3 cm). Tabung ini memiliki dua bagian, penutup dan alas. Alasnya terdiri dari dua komponen, yang memutar atau menggesernya akan mendorong lipstik ke atas untuk diaplikasikan.

Melansir Madehow, bahan utama yang ditemukan dalam lipstik adalah lilin, minyak, alkohol, dan pigmen. Lilin yang digunakan biasanya melibatkan beberapa kombinasi dari tiga jenis yakni lilin lebah, lilin candelilla, atau camauba yang lebih mahal.

Lilin memungkinkan campuran untuk dibentuk menjadi bentuk kosmetik yang mudah dikenali. Minyak seperti mineral, kastor, lanolin, atau sayuran ditambahkan ke lilin.

Parfum dan pigmen juga ditambahkan, seperti pengawet dan antioksidan, yang mencegah lipstik menjadi tengik. Dan meskipun setiap lipstik mengandung komponen ini, berbagai macam bahan lain juga dapat dimasukkan untuk membuat bahan lebih halus atau mengkilap atau untuk melembabkan bibir.

Jika dahulu lipstik dijual dengan dominan warna merah, kini Anda dapat menemukan lipstik dengan berbagai macam warna, mulai dari kelas merah dan pink, nude hingga cokelat, serta warna-warna ekstrim seperti ungu, biru, bahkan hitam.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini