Salah Diberi Obat, Anak-Anak Ini Alami Sindrom Manusia Serigala

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 04 Januari 2021 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 04 612 2338474 salah-diberi-obat-anak-anak-ini-alami-sindrom-manusia-serigala-KalnlyD0nr.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SEKIRA 20 anak-anak di Spanyol menumbuhkan rambut di seluruh tubuh mereka setelah salah minum obat. Obat tersebut, ternyata obat penumbuh rambut dan biasanya digunakan untuk obat sakit perut.

Puluhan anak dilaporkan mulai menunjukkan gejala hipertrikosis, atau disebut dengan sindrom manusia serigala. Mereka mulai menumbuhkan rambut secara berlebihan di seluruh tubuh mereka, setelah diberikan minoksidil.

Sekadar informasi, monoksidil adalah obat yang merangsang pertumbuhan rambut. Campuran tersebut diduga terjadi setelah sirup dengan label yang salah dikirim ke apotek di Granada dan Valencia.

Obat tersebut diresepkan ahli kimia untuk mengobati sakit perut anak-anak. Lebih dari setahun sejak gejala hipertrikosis pertama kali dilaporkan, keluarga dari anak-anak yang terkena menyatakan rambut mereka masih tumbuh berlebihan, tetapi keadilan masih belum ditegakkan.

Surat kabar Spanyol memuat kisah Amaya dan Daniel, pasangan dari Cantabria yang pada April lalu memperhatikan bahwa putrinya memiliki kumis. Ia memiliki rambut coklat muda, tetapi pada usia di bawah 22 minggu, putri mereka memiliki kumis hitam.

Sindrom manusia srigala

Sebagaimana dilansir Oddity Central, tak lama kemudian rambut hitam yang sama mulai tumbuh di dahinya. Mereka pergi ke dokter anak untuk pemeriksaan, tapi gejalanya semakin parah.

Beberapa minggu kemudian, tubuh gadis kecil itu ditutupi dengan rambut hitam yang sama. Di punggungnya, dari atas ke bawah, jari, kaki, wajah, bahu, bulu tumbuh di mana-mana. Setelah mengunjungi dokter anak, Amaya dan Daniel ditanya apakah ada dari keluarga masing-masing yang memiliki riwayat pertumbuhan rambut berlebihan, yang tidak mereka ketahui.

Kemudian mereka ditanyai tentang obat apa saja yang diminum gadis itu. Sejak itulah dokter akhirnya mengetahui penyebabnya. Seperti kebanyakan bayi, putri Amaya menderita masalah refluks lambung dan diberi resep omeprazol.

Tapi karena terlalu muda untuk meminum obat dalam bentuk kapsul, ia akhirnya diberi sirup yang dibuat oleh apotek setempat. Sayangnya, campuran tersebut mengandung bahan yang seharusnya tidak dimasukkan. Alih-alih mengobati sakit perutnya, obat itu malah menyebabkan rambut tumbuh secara berlebihan di seluruh tubuhnya.

Setelah menemukan bahwa batch tertentu dari sirup omeprazole telah terkontaminasi minoksidil, Badan Obat dan Produk Kesehatan Spanyol segera menariknya dari pasaran. Tetapi pada saat itu, beberapa kasus serupa telah dilaporkan di beberapa tempat seperti Valencia dan Madrid.

Kabar tentang obat yang menyebabkan gejala hipertrikosis pada sekira 20 anak ini menjadi berita utama di Spanyol. Kondisi ini memicu kemarahan masyarakat umum. Penyelidikan dimulai, dan pihak berwenang berjanji bahwa mereka yang bertanggung jawab akan dibawa ke pengadilan.

Namun Spanyol baru-baru ini melaporkan bahwa lebih dari setahun sejak kesalahan ditemukan, banyak anak yang terus menderita hipertrikosis. Meski demikian dan tidak ada yang dimintai pertanggungjawaban. Gugatan pidana ditujukan kepada laboratorium dan beberapa perusahaan yang mengimpor dan mendistribusikan obat-obatan, tetapi tidak ada kemajuan berarti yang dicapai.

Mereka yang terkena dampak telah melaporkan penundaan, bahkan permintaan bukti tidak dijawab selama berbulan-bulan. Menurut Badan Obat dan Produk Kesehatan Spanyol (AEMPS), pada September 2019, sebanyak 12 anak yang terkena telah pulih atau berada dalam fase pemulihan.

Saat ini pengacara dari beberapa keluarga yang anak-anaknya terpengaruh oleh campuran obat-obatan itu telah mengecam di Pengadilan Torrelavega bahwa sebagian besar rambut anak-anak tersebut terus tumbuh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini