Harga Mesin untuk Donor Plasma Konvalesen Capai Rp1 Miliar

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 05 Januari 2021 19:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 05 481 2339424 harga-mesin-untuk-donor-plasma-konvalesen-capai-rp1-miliar-YaifVoaxcn.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PARA ilmuwan kesehatan dunia terus berupaya mencari cara untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19). Selain memproduksi berbagai varian vaksin Covid-19, sejumlah ilmuwan juga terus mengupayakan metode pengobatan alternatif. Salah satunya terapi plasma konvalesen.

Meski terapi ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, namun permintaan donor plasma konvalesen dilaporkan meningkat dalam beberapa minggu terakhir. Hal tersebut dijelaskan secara gamblang oleh Dr Elida Marpaung, M Biomed, Team Peneliti Plasma Konvalesen Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

"Seminggu terakhir ini saja saya banyak sekali diminta untuk memberikan terapi plasma konvalesen. Tapi jumlahnya sangat terbatas, karena kita juga keterbatasan pendonor," tuturnya saat dihubungi Okezone via sambungan telepon.

Dokter Elida menambahkan, ada beberapa alasan yang melatarbelakangi minimnya stok plasma konvalesen yang dimiliki Indonesia, khususnya Ibu Kota Jakarta. Alasan pertama berasal dari pendonor itu sendiri.

Seperti diketahui, plasma konvalesen sendiri hanya bisa didapatkan dari individu atau penyintas Covid-19. Dalam arti lain, hanya mereka yang telah sembuh dari Covid-19 saja yang diperkenankan untuk melakukan donor.

"Saya rasa mungkin masih ada kekhawatiran, rasa takut dan trauma dari para penyintas. Sehingga mereka belum tergerak untuk mendonorkan plasmanya. Sepengalaman saya, rata-rata pendonor tergerak karena ingin membantu orang-orang yang membutuhkan dan sebagai bentuk rasa syukur mereka telah sembuh dari Covid-19," terang Dokter Elida.

Alasan selanjutnya terkait tempat yang disediakan untuk donor plasma konvalesen masih terbilang minim. Di Jakarta saja hanya ada empat tempat yang menyediakan peralatan untuk donor plasma ini. Keempatnya antara lain UTD RSPAD Gatot Soebroto, UTD RS Fatmawati, UTD RSCM, dan UTD PMI Pusat.

"Keterbatasan tempat ini karena alat untuk donor plasma konvalesen ini memerlukan bantuan mesin yang sama seperti donor aferesis dan harganya cukup mahal. Satu mesin itu kisarannya Rp1 miliar," katanya.

"Kit atau kantongnya juga berbeda dengan donor pada umumnya. Donor biasa hanya ratusan ribu. Donor plasma harga kit-nya di atas Rp1 juta," ujar Dokter Elida.

"Namun saat ini pemerintah melalui Kementerian Kesehatan sudah memberikan bantuan mesin asferesis di beberapa daerah. Jadi donor plasma konvalesen ini bisa dilakukan di daerah tersebut, tak hanya di Jakarta," tandasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini