Harga Kedelai Melonjak, Ini 4 Macam Kacang Pengganti Bahan Baku Tempe

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 06 Januari 2021 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 06 298 2339803 harga-kedelai-melonjak-ini-4-macam-kacang-pengganti-bahan-baku-tempe-1l7vRo9ZFq.jpg Kadang kedelai (Foto: Patrika)

Sejak beberapa hari terakhir, pasokan tempe dan tahu menjadi langka di pasaran. Kondisi ini disebabkan oleh aksi mogok kerja yang dilakukan para pengrajin tahu dan tempe di Jabodetabek akibat imbas harga kedelai yang meningkat pesat. Para pengrajin ini memutuskan untuk berhenti memproduksi selama 3 hari.

Salah satu pengrajin tahu dan tempe, Agus Tolle mengatakan, mogok massal ini dilakukan agar pemerintah cepat tanggap dan masyarakat mengetahui harga kacang kedelai yang semakin mahal.

kedelai 

"Jadi harga awalnya kacang kedelai Rp7.000 sampai sekarang menjadi Rp9.500 per kg," ujar dia dalam acara iNews Siang, beberapa waktu lalu.

Merangkum dari laman resmi Kementerian Pertanian dan Badan Litbang Pertanian, harga kedelai yang meningkat drastis membuat banyak pengrajin tempe dan tahu menjerit. Namun sebenarnya makanan sarat protein ini masih tetap bisa dibuat tanpa harus menggunakan kacang kedelai sebagai bahan bakunya.

Dalam lama tersebut dijelaskan beberapa aneka kacang yang bisa digunakan sebagai alternatif pengganti kedelai, Di antaranya adalah:

1. Aneka kacang koro

Berbagai jenis koro dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam fermentasi berbagai makanan tradisional seperti kecap, tempe, tahu, dan tauco. Kacang koro pedang (Canavalia gladiata), koro benguk (Mucuna prurien), dan kecipir (Psophocarpus tetragonolobus), merupakan beberapa bahan baku yang mungkin dapat digunakan sebagai bahan pemenuh atau substitusi kedelai.

2. Kacang tunggak (Vigna unguiculata)

Kacang tunggak termasuk dalam keluarga Leguminosa. Bijinya mempunyai kandungan protein cukup besar yaitu sekitar 25%. Tanaman ini diperkirakan berasal dari Afrika Barat. Tanaman kacang tunggak beradaptasi baik di daerah agak kering (semi arid) dengan suhu antara 20−25 derajat Celcius, serta dapat tumbuh di lahan marginal atau pun pada berbagai jenis tanah dengan syarat drainasenya baik.

Kacang tunggak sebagian besar memiliki bentuk daun ovate, warna bunga ungu, warna polong tua krem, bentuk polong bulat, dan warna biji merah dan memiliki umur berbunga, umur panen, panjang polong, dan hasil biji yang lebih rendah dari nilai tengahnya.

3. Kacang gude (Cajanus cajan)

Secara global, kacang gude dibudidayakan pada 4,79 M ha di 22 negara, namun produsen utamanya hanya sedikit di dunia. Di Indonesia, kacang ini mulai dibudidayakan sejak abad keenam sebagai tanaman sayuran. Berbeda dengan kedelai, kacang gude belum mampu berperan sebagai tanaman cash crop. Pengembangannya sebagian besar hanya merupakan tanaman sampingan yang ditanam di pekarangan, pematang sawah maupun ditumpangsarikan dengan tanaman pangan lain.

Berdasarkan data FAO (1982) kacang gude mengandung 20–22% protein, 65% karbohidrat, 1.2% lemak. Kacang gude merupakan sumber serat kasar yang baik, juga mineral penting seperti besi, sulfur, kalsium, potasium, mangan, dan vitamin larut air terutama thiamin, riboflavin, niasin

4. Kacang babi (Vacia faba)

Kara oncet atau kacang babi (Vicia faba) adalah suatu tumbuhan dari genus Vicia. Ia mengandung 25-28 % protein dan juga mengandung karbohidrat, mineral, vitamin A, dan vitamin B. Kara oncet berpotensi sebagai sumber protein dalam makanan ternak.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini