16 Kategori Orang Tidak Dapat Vaksin Sinovac, Bagaimana Nasib Mereka?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 06 Januari 2021 11:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 06 481 2339700 16-kategori-orang-tidak-dapat-vaksin-sinovac-bagaimana-nasib-mereka-rlRHWJaE2U.jpg Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Freepik)

PEMERINTAH telah mendatangkan total 3 juta dosis Vaksin Sinovac untuk mengatasi wabah covid-19 di Indonesia. Proses kedatangan vaksin buatan produsen asal China Sinovac Biotech tersebut dibagi menjadi dua gelombang. Pertama sebanyak 1,2 juta dosis pada 6 Desember 2020 dan gelombang kedua kedua sebanyak 1,8 juta dosis pada 31 Desember.

Saat ini jutaan Vaksin Sinovac tersebut mulai didistribusikan ke sejumlah daerah di Indonesia. Ini dalam upaya pemerintah menciptakan herd immunity (kekebalan kelompok) dengan cara vaksinasi massal.

Baca juga: Berikut Daftar Orang yang Tidak Boleh Mendapat Vaksin Sinovac 

Namun yang perlu menjadi catatan, Vaksin Sinovac ini tidak bisa diberikan sembarangan dan hanya dapat digunakan oleh golongan tertentu.

Berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Nomor 02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Covid-19, terdapat 16 kategori orang yang tidak boleh menerima vaksin.

Dalam kasus ini, 16 kategori orang tersebut tidak boleh menerima Vaksin Sinovac yang sudah didatangkan oleh pemerintah. Lantas, bagaimana nasib mereka?

Baca juga: Vaksin Sinovac Mulai Didistribusikan, Proses Vaksinasi Masih Menunggu Izin EUA 

Epidemiolog dari Universitas Airlangga (Unair) Laura Navila Yamani menjelaskan bahwa memang betul 16 kategori orang yang disebutkan dalam surat keputusan itu tidak boleh menerima vaksin. Pasalnya, uji klinis masih harus dilakukan untuk memastikan keamanan mereka.

"Memang untuk 16 kategori yang tidak boleh divaksin menunggu hasil dari uji klinis lanjutan. Misalkan pada kelompok anak, ibu hamil, dan sebagainya," terang Laura saat dihubungi Okezone, Rabu (6/1/2021).

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa ke-16 kategori yang dijelaskan dalam surat keputusan itu adalah orang yang sangat rentan. Oleh karena itu, keamanan serta efek samping dari vaksin harus dianalisis ulang agar tidak menimbulkan bahaya bagi 16 kategori tersebut.

"Karena vaksin yang sekarang sudah dikeluarkan Emergency Used Authorization (EUA) pun masih pada kelompok terbatas. Sehingga, kelompok yang tidak termasuk atau terlibat uji klinis harus dilihat kembali efikasi dan keamanannya," tuntasnya.

Baca juga: 1,2 Juta Vaksin Coronavac Lulus Uji Sertifikasi Lot Release dari BPOM 

Info grafis vaksin covid-19. (Foto: Okezone)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini