6 Penyebab Kram Perut saat Tidak Menstruasi

Sausan Sudarjat, Jurnalis · Rabu 06 Januari 2021 16:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 06 481 2339981 6-penyebab-kram-perut-saat-tidak-menstruasi-CptBXGu1Cc.jpg Ilustrasi kram perut saat tidak menstruasi. (Foto: Diana Grytsku/Freepik)

KEBANYAKAN wanita mengalami kram perut bagian bawah yang terjadi saat menstruasi. Namun, ada juga kram yang perut datang di luar jadwal menstruasi.

Ada berbagai kondisi yang menjadi penyebab kram perut saat tidak menstruasi. Meskipun ini normal, untuk beberapa orang bisa saja berbahaya dan memerlukan perawatan medis.

Baca juga: 4 Posisi Tidur Terbaik untuk Mengurangi Kram Menstruasi 

Berikut enam penyebab kram perut saat tidak menstruasi, beserta tips untuk mengetahui penyebabnya, seperti dikutip dari Insider, Rabu (6/1/2021).

Ilustrasi wanita menstruasi

1. Ovulasi

Ovulasi terjadi ketika salah satu ovarium melepaskan sel telur, ini termasuk dari siklus menstruasi bulanan. Sekira 1 dari 5 wanita mengalami kram saat berovulasi. Kram ini biasanya datang 14 hari sebelum menstruasi biasanya terasa nyeri, rasa nyeri bisa ringan atau parah. Kram ini biasanya terjadi di perut bagian bawah dan berlangsung beberapa menit hingga beberapa hari.

2. Kehamilan

Selama trimester pertama kehamilan, kram terjadi akibat rahim yang membesar. Pada trimester kedua, kram terjadi karena otot yang menopang rahim meregang. Biasanya kram ini tak terlalu menyakitkan dan hanya terjadi sesekali.

"Biasanya kram pada awal kehamilan sangat ringan," kata Christine Greves MD, ginekolog di Winnie Palmer Hospital for Women and Babies.

Baca juga: 5 Makanan Cegah Terjadinya Kram Menstruasi Menyakitkan 

3. Kehamilan Ektopik (hamil di luar kandungan)

Kehamilan ektopik terjadi saat sel telur yang telah dibuahi tertanam di luar rahim, dan biasanya pada saluran tuba. Kehamilan ektopik termasuk jenis keguguran yang berbeda dari biasanya. Ini memerlukan pengobatan dan pembedahan khusus untuk menghilangkan kehamilan.

Kehamilan ektopik dapat menyebabkan kram yang intens dan menyakitkan bersamaan dengan gejala lainnya. "Kehamilan ektopik mungkin melibatkan pendarahan vagina yang berat, sakit perut yang parah, pusing, dan pusing," kata dr Greves.

4. Keguguran

Keguguran terjadi ketika Anda kehilangan kandungan sebelum mencapai usia 20 minggu. Saat keguguran perut akan mengalami kram yang menyakitkan. Kram keguguran dapat berlangsung sebentar, tetapi dalam beberapa kasus dapat meregang selama berjam-jam.

"Keguguran umumnya dapat menyebabkan kram panggul bagian bawah yang tidak mendukung bagian samping tubuh," jelas dr Greves, "Mungkin ada bercak atau pendarahan yang menyertainya. Tanda lain dari keguguran adalah jika keluar cairan dan jaringan dari vagina Anda."

Baca juga: Perempuan yang Sembuh dari Covid-19 Bisa Alami Gejala Baru Lho 

5. Penyakit radang pinggul

Penyakit radang panggul (PID) terjadi karena adanya infeksi pada organ reproduksi, termasuk ovarium, rahim, atau vagina. Penyakit ini sering kali disebabkan infeksi menular seksual, seperti gonore atau klamidia.

Radang panggul ini menyebabkan kram yang menyakitkan, tetapi seringkali terjadi gejala lain, seperti demam, keluarnya cairan yang baunya tidak sedap, dan rasa panas saat buang air kecil.

Ilustrasi wanita menstruasi

6. Radang usus buntu

Hal ini terjadi akibat adanya infeksi pada usus. Radang usus buntu bisa berbahaya jika tidak segera diangkat kerena bisa pecah dan menyebabkan infeksi yang meluas sehingga menyebabkan kematian.

"Radang usus buntu biasanya melibatkan nyeri kuadran kanan bawah, kurang nafsu makan, dan demam," kata dr Greves.

Nyeri usus buntu awalnya seperti sakit perut biasa, tetapi tak kunjung sembuh dan akan makin parah jika tak segera mendapat pengobatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini