Ini Sumber Protein Pengganti Tempe dan Tahu yang Terdampak Harga Kedelai Naik

Diana Rafikasari, Jurnalis · Kamis 07 Januari 2021 11:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 07 298 2340376 ini-sumber-protein-pengganti-tempe-dan-tahu-yang-terdampak-harga-kedelai-naik-wb9ad1QlQq.jpg Tempe dan tahu sebagai sumber protein bisa digantikan asupan lain. (Foto: Corbis)

HARGA kedelai di Indonesia melonjak naik pada awal tahun ini. Akibatnya, produsen tempe dan tahu yang sangat mengandalkan kedelai memilih menyetop produksi. Kedua makanan pokok masyarakat Tanah Air itu pun jadi sulit ditemui di pasaran.

Tempe dan tahu sendiri adalah makanan sumber protein yang baik untuk kesehatan tubuh manusia. Keduanya juga bisa jadi makanan bergizi untuk dimasukkan ke menu diet.

Baca juga: Tinggi Protein, 8 Menu Sarapan Ini Tambah Energi di Pagi Hari 

Makanan berbahan dasar kedelai ini menawarkan manfaat kesehatan yang serupa. Meski berbeda penampilan, rasa, serta profil nutrisinya; tempe dan tahu sama-sama bergizi. Tempe memberikan lebih banyak protein, serat, zat besi, dan kalium per porsi; sedangkan tahu mengandung lebih banyak kalsium dan lebih rendah kalori.

Tempe dan tahu adalah sumber isoflavon yang kaya dan dikaitkan dengan manfaat seperti pencegahan kanker serta peningkatan kesehatan jantung.

Tempe sangat kaya akan prebiotik yaitu serat yang tidak dapat dicerna yang memberi makan bakteri sehat di usus. Selain itu, tahu dan tempe mudah disiapkan dan dapat digunakan dalam berbagai makanan.

Ketika temped an tahu sedang langka di pasaran, Anda tidak perlu khawatir. Pasalnya, asupan protein tetap bisa dipenuhi dari bahan makanan lainnya. Apa saja? Berikut daftarnya, seperti dilansir Healthline.

Baca juga: 5 Makanan yang Mengandung Protein Lebih Banyak dari Telur, Apa Saja? 

1. Dada ayam

Dada ayam adalah salah satu makanan kaya protein yang paling populer. Jika dimakan tanpa kulit, sebagian besar kalorinya berasal dari protein. Dada ayam juga sangat mudah dimasak dan serbaguna. Makanan ini mengandung 75 persen kalori. Satu dada ayam panggang tanpa kulit mengandung 53 gram dan hanya 284 kalori.

2. Telur

Telur adalah sumber vitamin, mineral, lemak sehat, antioksidan pelindung mata, dan nutrisi otak yang dibutuhkan. Telur mengandung protein tinggi, tetapi putih telur hampir merupakan protein murni. Telur mengandung 33 persen kalori. Satu telur besar memiliki 6 gram protein dan 78 kalori.

3. Almond

Almond kaya nutrisi penting, termasuk serat, vitamin E, mangan, dan magnesium. Almond mengandung 15 persen kalori, 6 gram, dan 164 kalori per ons atau 28 gram.

4. Susu

Susu adalah sumber protein berkualitas tinggi dan tinggi kalsium, fosfor, dan riboflavin (vitamin B2). Jika Anda mengkhawatirkan asupan lemak Anda, susu rendah atau nol lemak bisa menjadi pilihan. Susu mengandung 21 persen kalori. Satu cangkir susu utuh mengandung 8 gram protein dan 149 kalori. Satu cangkir susu kedelai mengandung 6,3 gram protein dan 105 kalori.

5. Brokoli

Brokoli adalah sayuran sehat yang mengandung vitamin C, vitamin K, serat, dan kalium. Brokoli juga menyediakan nutrisi bioaktif yang dapat membantu melindungi dari kanker. Brokoli tinggi protein dibandingkan dengan kebanyakan sayuran. Brokoli mengandung 33% kalori. Satu cangkir atau 96 gram brokoli cincang memiliki 3 gram protein dan hanya 31 kalori.

Baca juga: 5 Jenis Orang yang Wajib Menjalani Diet Tinggi Protein, Siapa Saja? 

Hidangan udang

6. Udang

Udang adalah salah satu jenis makanan laut. Udang rendah kalori tetapi tinggi berbagai nutrisi, termasuk selenium dan vitamin B12. Seperti ikan, udang mengandung asam lemak omega-3. Udang mengandung 97 persen kalori. Satu porsi 3 ons atau 85 gram mengandung 20 gram dan hanya 84 kalori.

7. Tuna

Tuna rendah lemak dan kalori tetapi kaya akan sumber protein. Seperti ikan lainnya, tuna merupakan sumber berbagai nutrisi yang baik dan mengandung lemak omega-3. Tuna mengandung 84 persen kalori pada tuna kalengan dalam air. Satu kaleng atau 142 gram mengandung 27 gram protein dan hanya 128 kalori.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini