Sering Salah Kaprah, Ini 3 Mitos dan Fakta Seputar Gula

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 07 Januari 2021 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 07 481 2340349 sering-salah-kaprah-ini-3-mitos-dan-fakta-seputar-gula-TFxR6n6tLd.jpg Gula memberi energi hanya mitos (Foto : Medicaldaily)

Penelitan terbaru mengklaim bahwa fenomena sugar rush, atau kondisi ketika seseorang mengalami peningkatan kadar gula pasca mengonsumsi makanan berindeks glisemik tinggi tidak benar adanya.

Belakangan ini lemak dianggap sebagai nutrisi terburuk yang harus dihindari untuk mencegah berat badan berlebih hingga obesitas. Namun hal tersebut tidak terlepas dari maraknya produk makanan mengandung gula yang terus berkembang dalam beberapa dekade terakhir.

Perlu diketahui bahwa tidak semua lemak buruk bagi tubuh manusia. Kecuali, lemak jenuh yang digunakan dalam makanan olahan. Hidangan tersebut bisa jadi mimpi buruk bagi setiap orang.

Itulah sebabnya kita harus mengetahui lebih dalam beberapa mitos seputar gula, dan menyaring kebenarannya. Nah, pada artikel kali ini, Okezone akan membahas 3 mitos seputar gula yang sering dipertanyakan oleh banyak orang. Berikut ulasan lengkapnya, sebagaimana dilansir dari Foodbeast, Kamis (7/1/2021).

Gula memberi energi

Gula Pasir

Studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Neuroscience and Biobehavioral Reviews menyebut bahwa makanan kaya gula tidak terbukti memberi energi ekstra, namun justru menguras cadangan energi di dalam tubuh. Makanan manis juga dapat menganggu ketajaman mental dan kejernihan berpikir seseorang.

Studi ini didukung oleh penelitian terbaru oleh sebuah tim ahli dari Eropa. Mereka mengklaim gula tidak memiliki manfaat yang signifikan baik untuk aktivitas fisik maupun mental.

Baca Juga : Gula Merah Lebih Sehat daripada Gula Putih, Mitos atau Fakta?

Jus buah tidak mengandung gula

Banyak orang berpikir olahan jus buah alami tidak mengandung gula sama sekali. Faktanya, buah-buahan mengandung fruktosa, sejenis gula yang hampir mirip dengan glukosa pada makanan lain. Cara tubuh memetabolisme fruktosa pun hampir mirip ketika mencerna glukosa. Terlalu berlebihan mengonsumsi minuman manis termasuk jus buah juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker.

Gula merah dan madu lebih sehat

Berapa banyak dari Anda yang lebih suka membeli gula merah dan madu daripada gula putih? Faktanya, semua jenis gula termasuk gula merah, madu, agave, dan sirup maple, dapat memengaruhi kinerja tubuh dengan cara yang sama seperti gula putih. Jadi jangan terlalu berlebihan mengonsumsinya ya, Okezoners!

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini