Mengenal Aneurisma Otak, Sakit yang Diidap Rapper Dr Dre

Diana Rafikasari, Jurnalis · Kamis 07 Januari 2021 13:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 07 481 2340430 mengenal-aneurisma-otak-sakit-yang-diidap-rapper-dr-dre-a0XDLf3j1B.jpg Rapper Dr Dre dilaporkan mengidap aneurisma otak. (Foto: Billboard)

ARTIS sekaligus rapper Dr Dre (55) dilaporkan mengidap sakit aneurisma otak. Pemilik nama lengkap Andre Romelle Young itu pun dirawat di Cedars-Sinai Medical Center di Kota Los Angeles, Amerika Serikat. Hal itu diketahui dari unggahan di akun Instagram pribadinya.

Aneurisma otak, seperti diderita rapper Dr Dre, adalah kondisi di mana pembuluh darah di otak menggelembung akibat melemahnya dinding pembuluh darah di suatu titik. Aneurisma otak sering juga disebut sebagai sakit kepala terparah yang pernah dialami.

Baca juga: Perempuan Usia 40 Tahun ke Atas, Berisiko Menderita Aneurisma Otak 

Aneurisma otak diketahui memiliki beberapa gejala. Sakit kepala yang tiba-tiba dan parah adalah gejala utama dari aneurisma yang pecah.

Tanda dan gejala umum aneurisma pecah meliputi sakit kepala mendadak yang sangat parah, mual dan muntah, leher kaku, penglihatan kabur atau ganda, sensitivitas terhadap cahaya, kejang, kelopak mata yang terkulai, hilang kesadaran dan kebingungan.

Ilustrasi aneurisma otak. (Foto: Kjpargeter/Freepik)

Dalam beberapa kasus, aneurisma otak dapat mengeluarkan sedikit darah. Kebocoran ini hanya dapat menyebabkan sakit kepala mendadak yang sangat parah dan pecah yang lebih parah sering kali terjadi setelah kebocoran.

Aneurisma otak yang tidak pecah tidak menimbulkan gejala, terutama jika ukurannya kecil. Namun, aneurisma yang tidak pecah yang lebih besar dapat menekan jaringan otak dan saraf sehingga menyebabkan nyeri di atas dan di belakang satu mata, pupil membesar, perubahan visi atau penglihatan ganda dan mati rasa di satu sisi wajah.

Baca juga: Kisah Aktris GoT Emilia Clarke Lepas dari Maut Akibat Aneurisma Otak 

Dikutip dari Mayoclinic, Kamis (7/1/2021), penyebab aneurisma otak tidak diketahui secara pasti, tetapi berbagai faktor dapat meningkatkan risikonya.

Sejumlah faktor bisa menyebabkan kelemahan pada dinding arteri dan meningkatkan risiko aneurisma otak atau pecahnya aneurisma.

Aneurisma otak lebih sering terjadi pada orang dewasa daripada pada anak-anak dan lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada pria.

Beberapa faktor risiko berkembang seiring waktu dan yang lain hadir saat lahir. Adapun faktor risiko yang berkembang seiring waktu termasuk usia yang lebih tua, merokok, hipertensi, penyalahgunaan narkoba, khususnya penggunaan kokain, konsumsi alkohol berat.

Baca juga: Ini Sumber Protein Pengganti Tempe dan Tahu yang Terdampak Harga Kedelai Naik 

Beberapa jenis aneurisma dapat terjadi setelah cedera kepala (pembedahan aneurisma) atau dari infeksi darah tertentu (aneurisma mikotik).

Sementara kondisi tertentu sejak lahir bisa dikaitkan dengan peningkatan risiko perkembangan aneurisma otak, misalnya gangguan jaringan ikat bawaan, penyakit ginjal polikistik, aorta, malformasi arteriovenosa serebral (AVM otak), serta riwayat keluarga aneurisma otak.

Rapper Dr Dre. (Foto: MusicTech)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini