Epidemiolog Nilai Banyak Masyarakat Masih Tak Serius Hadapi Covid-19

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 07 Januari 2021 19:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 07 612 2340715 epidemiolog-nilai-banyak-masyarakat-masih-tak-serius-hadapi-covid-19-iH1cRgRdUu.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PEMBERLAKUAN Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akan mulai dilakukan pekan depan pada 11 Januari hingga 25 Januari 2021. Hal ini dilakukan untuk mengurangi tingkat persebaran Covid-19.

Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan langkah tersebut memang tidak bisa langsung dilakukan, lantaran memerlukan adanya integrasi, kolaborasi dan sinergitas antar sektor maupun pihak dan masyarakat. Hal ini bertujuan supaya rencana pemerintah dalam mengurangi infeksi Covid-19 dapat berjalan efektif.

Tak hanya kerjasama dari semua pihak yang berkepentingan, Dicky juga mengimbau pembatasan ini juga harus dilakukan setara dan merata di setiap daerah.

“Jadi tidak secara tiba-tiba. Jadi wajar, apabila ada jeda waktu, itu waktunya untuk koordinasi. Perlu dipahami ini kita lakukan untuk skenario ke depannya kalau misalkan ini gagal,” terang Dicky, saat dihubungi Okezone.

Lebih lanjut Dicky mengatakan, agar implementasi pembatasan kegiatan di Jawa-Bali bisa memperoleh manfaat optimal, tentu hal yang harus dipahami adalah pemahaman bersama. Dua hal yang sangat penting dalam situasi ini adalah awareness (kewaspadaan), serta persepsi risiko yang sama.

“Ini adalah PR-nya komunikasi risiko. Karena selama ini ada perbedaan, pemerintah merasa biasa saja, sebagian masyarakat juga cuek-cuek saja dan tidak merasa ada situasi serius, dan baru sebagian yang merasa serius,” tuntasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini