Uji Klinis Turki dan Brasil Jadi Pegangan BPOM Beri Izin Vaksin Sinovac

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 08 Januari 2021 17:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 08 481 2341248 uji-klinis-turki-dan-brasil-juga-jadi-pegangan-bpom-beri-izin-vaksin-sinovac-HrrebaYZi0.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah menyelesaikan Emergency Used Authorization (EUA) atau izin penggunaan darurat vaksin virus corona Covid-19 buatan Sinovac. Langkah ini dilakukan untuk menjamin keamanan vaksin asal China tersebut.

Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan, masih menunggu data uji klinis fase 3 yang dilakukan oleh Brasil dan Turki untuk memperkaya bahan pengujian. Selain itu, BPOM juga tengah menunggu data interim uji klinis fase 3 vaksin Sinovac di Bandung.

"Tentu saja data uji klinis yang dilakukan Turki dan Brasil kami gunakan untuk penerbitan EUA. Kami berkomunikasi, sharing data untuk masing-masing negara yang melakukan uji klinis," terang dia Dalam Media Briefing Pengawalan Keamanan, Khasiat, dan Mutu Vaksin Covid-19 Sebelum dan Sesudah Peredaran yang diadakan Jumat (8/1/2021)

Penny mengatakan, saat ini Badan POM sedang melihat hasil efikasi yang sudah dikirim sepenuhnya oleh Turki mengenai uji klinis vaksin Sinovac. Nantinya data lengkap dari Turki dan Brasil ini bakal digunakan sebagai bahan pertimbangan EUA.

"Turki sudah memberikan data efikasinya dalam mengeluarkan EUA. Sementara uji klinis fase 3 dari Brasil masih menunggu laporan lengkap. Kami masih menguji efikasi dari uji coba vaksin Sinovac di Bandung itu," tuntasnya.

Sekadar informasi, vaksin Covid-19 buatan perusahaan biofarmasi asal China, Sinovac Biotech Ltd, dinyatakan terbukti efektif dalam proses uji coba tahap akhir di Brasil.

Vaksin virus corona buatan Sinovac Biotech Ltd 78% efektif mencegah virus corona, berdasarkan hasil uji klinis tahap akhir di Brasil, seseorang yang akrab dengan penelitian tersebut mengatakan kepada Reuters.

Ini berarti, vaksin virus corona asal China itu selangkah lebih dekat untuk mengantongi persetujuan penggunaan darurat di negara terbesar di Amerika Selatan tersebut.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini