Vaksin Pfizer Diklaim Efektif Lawan Mutasi Virus Corona

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 08 Januari 2021 21:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 08 481 2341356 vaksin-pfizer-diklaim-efektif-lawan-mutasi-virus-corona-T11PK6FUOy.jpg Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Kjparteger/Freepik)

STUDI terbaru mengklaim Vaksin Pfizer produksi Pfizer Inc and BioNTech efektif melawan mutasi virus corona terbaru. Seperti dilaporkan sebelumnya, mutasi covid-19 yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan disebut lebih cepat menular dibandingkan varian saat ini.

Meski belum dilakukan penelitian lebih lanjut, para ilmuwan dari University of Texas Medical Branch menyebut Vaksin Pfizer efektif dalam menetralkan mutasi virus corona yang disebut dengan nama N501Y.

Baca juga: WHO Ungkap 4 Mutasi Baru Virus Corona yang Menyebar di Dunia 

Phil Dormitzer, salah satu ilmuwan Vaksin Pfizer, mengatakan mutasi inilah yang membuat proses penularan jadi lebih cepat serta membuat virus memiliki kemampuan menghindari antibodi di dalam tubuh.

Ilustrasi virus corona (Covid-19). (Foto: Okezone)

Hal tersebut diketahui setelah dilakukan penelitian pada darah pasien yang telah diberi Vaksin Pfizer. Dormitzer mengatakan hasil penelitian ini cukup menggembirakan karena vaksin tampak efektif melawan mutasi virus corona serta 15 mutasi lain yang sebelumnya telah diuji oleh perusahaannya.

Baca juga: Sudah Masuk Singapura, Indonesia Waspadai Varian Baru Covid-19 

"Jadi kami sekarang telah menguji 16 mutasi berbeda, dan tidak satu pun dari mutasi itu benar-benar berdampak signifikan. Itu kabar baik. Itu berarti mutasi ke-17 juga akan memiliki respons yang sama," kata Dormitzer, seperti dikutip dari NDTV, Jumat (8/1/2021).

Sementara untuk mutasi virus corona yang ditemukan di Afrika Selatan yakni bernama EA484K, para peneliti berencana menjalankan tes serupa untuk melihat apakah Vaksin Pfizer efektif melawan mutasi tersebut.

Sebelumnya para ilmuwan telah menyatakan keprihatinan bahwa vaksin yang diluncurkan oleh sejumlah produsen kemungkinan besar tidak dapat melindungi seseorang dari jenis baru virus corona, terutama yang muncul di Afrika Selatan.

Simon Clarke, profesor mikrobiologi dari University of Ready, mengatakan bahwa meski kedua mutasi virus corona memiliki beberapa fitur baru yang sama, untuk jenis yang ditemukan di Afrika Selatan diklaim memiliki mutasi tambahan. Hal ini mencakup perubahan yang lebih luas pada lonjakan protein.

Baca juga: Varian Baru Virus Corona Ditemukan di Afrika Selatan, Lebih Agresif! 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini