Jika Suhu Penyimpanan Vaksin Covid-19 Tak Tepat Malah Jadi Racun Loh

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 09 Januari 2021 09:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 09 481 2341399 jika-suhu-penyimpanan-vaksin-covid-19-tak-tepat-malah-jadi-racun-loh-8tnaqQ8T93.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

SALAH satu kendala dalam distribusi vaksin Covid-19 adalah suhu yang harus selalu dingin. Oleh karena itu, pendistribusian vaksin Covid-19 pun harus memakai cooler box.

Pakar biologi molekuler Ahmad Rusdan Handoyo Utomo menjelaskan vaksin Corona sangat mudah degradasi termasuk karena vaksin sensitif panas.

"Kalau pun misalnya kebagian nih yang dipikirkan adalah kirimnya ini distribusinya karena si vaksin itu supaya stabil dia harus minus 80," sebut Ahmad kala itu, menanggapi distribusi vaksin Corona Pfizer.

Di sisi lain, Profesor Jason Hallett, dari Imperial’s Department of Chemical Engineering and Future Vaccine Manufacturing Research Hub pun mengatakan, ingin membuat vaksin dapat diakses semua orang.

Kelompok risetnya sedang berupaya menghilangkan kebutuhan akan infrastruktur dengan pemeliharaan tinggi seperti cold chain atau lemari pendingin, yang berarti mengadaptasi vaksin itu sendiri agar dapat menahan variasi suhu yang lebih luas.

Ia menjelaskan, vaksin harus dijaga dalam lemari pendingin karena vaksin didasarkan pada biomolekul yang biasanya sangat tidak stabil di luar lingkungan asalnya.

Ini berarti mereka dapat dengan cepat kehilangan potensi atau menjadi beracun, mengakibatkan tumpukan yang rusak jika tidak disimpan dengan benar.

Penyimpanan yang tepat untuk vaksin berarti menjaganya tetap sangat dingin, pada suhu lemari es (2-8°C) atau kadang-kadang serendah -80°C, di seluruh rantai pasokan dan distribusi, mulai dari pembuatan hingga pemberian kepada pasien.

Vaksin Pfizer baru, misalnya, perlu disimpan pada suhu sekitar -70°C dan akan diangkut dalam kotak yang dikemas dalam es kering. Setelah dikirim, dapat disimpan hingga lima hari di lemari es.

Namun, banyak negara berpenghasilan rendah kekurangan infrastruktur dan sumber daya yang diperlukan untuk mendistribusikan vaksin potensial dengan aman.

Dengan tantangan logistik ekstra untuk vaksin yang disimpan pada suhu yang sangat dingin dapat membuat populasi mereka sama rentannya terhadap Covid-19 seperti sebelumnya, atau bisa dibilang, vaksin tersebut justru dapat berubah menjadi racun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini