Kenapa Orang Sakit Jantung Tak Dapat Vaksin Covid-19?

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Sabtu 09 Januari 2021 13:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 09 481 2341547 kenapa-orang-sakit-jantung-tak-dapat-vaksin-covid-19-qnIkTjdvan.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

ORANG dengan penyakit jantung tidak direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin Covid-19. Kenapa demikian?

Diungkapkan Spesialis Jantung dr Sunu Budhi Raharjo SpJP(K), PhD, dari Heartology Cardiovascular Center, ada alasan khusus mengapa orang dengan penyakit jantung tidak boleh mendapatkan vaksin Covid-19. Menurutnya, saat vaksin Covid-19 diuji klinis tidak melibatkan pasien jantung.

Baca Juga: Menkes Ibaratkan Virus Covid-19 yang Bermutasi Sebagai Teroris

vaksin

Sehingga ketika dokter memberikan tatalaksananya pertama itu efikasi manfaat dan keamanan. Misal pada vaksin covid-19 yang di-acc FDA ini Pfizer dan Moderna. Ketika memberikan itu dari anfatanya mereka tidak menyertakan pasien jantung, diabetes dan darah tinggi," ungkapnya saat webinar, Sabtu (9/1/2020).

Kemungkinan besar, tambah dia, jika manfaat vaksin Covid-19 tidak menunjukkan efek samping, maka penggunaannya akan diperluas. Termasuk pada pasien jantung sekalipun.

Namun saat ini, dia menegaskan bahwa pasien jantung bukan menjadi bagian relawan yang dilibatkan dalam pemberian vaksin Covid-19. Karena itu, untuk sementara waktu pasien jantung tidak boleh disuntikkan vaksin Covid-19.

"Mungkin ke depan dan penggunaan luas dan tidak ada efek samping itu diperbolehkan. Namun saat ini tidak dimasukkan dalam populasi tersebut, kita tidak boleh karena enggak jelas dan keamanan enggak tau dan ini perlu dicermati bersama," tuturnya.

Baca Juga: Jika Suhu Penyimpanan Vaksin Covid-19 Tak Tepat Malah Jadi Racun Loh

Saat uji klinis, sebut dr Sunu, pasien jantung yang tidak dilibatkan adalah orang dengan gagal jantung dan penyakit jantung koroner. Untuk penyakit aritmia kemungkinan masih bisa mendapatkan vaksin Covid-19.

"Untuk aritmia tidak diekskusi dari penyakit ini, tapi untuk gagal jantung dan penyakit jantung koroner (tidak boleh)," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini