Mengenal BPD, Penyakit Mental yang Dialami Ariel Tatum

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 09 Januari 2021 16:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 09 481 2341644 mengenal-bpd-penyakit-mental-yang-dialami-ariel-tatum-NFam3ZAdn3.jpg Ariel Tatum. (Foto: Instagram)

ARTIS cantik Ariel Tatum akhirnya buka suara, terkait kesehatan mental yang dia alami. Meskipun sudah menjalani terapi, tapi kondisi tersebut harus dia alami selama beberapa tahun.

Ariel mengaku, ia mengidap kondisi yang dinamakan Borderline personality disorder (BPD). Merasa ada sesuatu yang tak beres pada dirinya sejak usia 13 tahun, akhirnya Ariel mencari bantuan ahli profesional sampai akhirnya ia didiagnosis mengidap BPD.

“Di usia 13 tahun merasa ada yang salah, lalu cari bantuan profesional tapi ketahuan BPD nya itu setelah bertahun-tahun jalani terapi, baru tahu di sekitar usia 18 tahun,” kata Ariel.

ariel Tatum

Lalu apa sebetulnya yang dimaksud dengan BPD tersebut? Mengutip Medicalnewstoday, Sabtu (9/1/2021) yang sudah ditinjau ulang oleh Dr. Marney A. White, PhD, MS selaku psikolog klinis, BPD adalah suatu kondisi mental yang kompleks, biasanya ditandai dengan adanya kesulitan terkait emosi dan citra diri, hubungan pribadi yang tidak stabil, dan perilaku impulsif.

Borderline personality disorder dikategorikan sebagai gangguan kepribadian cluster B, ini merupakan grup gangguan yang memengaruhi fungsi emosional seseorang dan mengarah pada perilaku yang dianggap ekstrem atau tidak rasional oleh orang lain.

Untuk bisa sampai mengeluarkan diagnosa BPD, dokter memakai Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition (DSM-5) yakni manual diagnostik dan statistik gangguan mental untuk mendiagnosis kondisi kesehatan mental, termasuk BPD.

Menurut pedoman DSM-5 tersebut, gejala yang dialami oleh orang dengan BPD yang merupakan ciri khasnya adalah mulai dari punya hubungan pribadi yang intens dan tak stabil (bisa sangat memuja ataupun bisa sangat membenci), tindakan implusif dan merusak (makan berlebihan, aktivitas seksual, melakukan aksi berbahaya.

Mereka juga cenderung melakukan self harming atau menyakiti diri sendiri dan bahkan bagi sebagian orang bisa sampai berpikir untuk bunuh diri, suasana hati yang intens contohnya bisa terlalu down, mudah tersinggung, atau merasa cemas selama beberapa jam bahkan beberapa hari, kesulitan mengontrol rasa marah, hingga stres yang berhubungan dengan pikiran paranoid.

Untuk diketahui, gejala BPD ini dikatakan variasinya muncul di berbagai situasi yang berbeda. Tidak terpaku konsisten pada tahapan pengembangan seseorang atau posisinya di lingkungan masyarakat dan bukan juga semata-mata karena penggunaan obat-obatan atau ada kondisi medis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini