Yuk Cegah Diabetes di Masa Pandemi, Rumah Sakit Penuh Loh

Wilda Fajriah, Jurnalis · Sabtu 09 Januari 2021 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 09 612 2341537 yuk-cegah-diabetes-di-masa-pandemi-rumah-sakit-penuh-loh-sXV4WxmIKt.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

DIABETES adalah penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak lagi dapat membuat insulin, atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi dengan baik.

Insulin adalah hormon yang dibuat oleh pankreas, yang bertindak seperti kunci untuk membiarkan glukosa dari makanan yang kita makan mengalir dari aliran darah ke sel-sel di tubuh untuk menghasilkan energi. Semua makanan berkarbohidrat dipecah menjadi glukosa di dalam darah. Insulin membantu glukosa masuk ke dalam sel.

Tidak dapat memproduksi insulin atau menggunakannya secara efektif menyebabkan peningkatan kadar glukosa dalam darah (dikenal sebagai hiperglikemia). Dalam jangka panjang, kadar glukosa tinggi dikaitkan dengan kerusakan pada tubuh dan kegagalan berbagai organ dan jaringan.

Ada beberapa jenis diabetes yang perlu Anda ketahui, di antaranya adalah diabetes tipe 1, tipe 2, serta gestational diabetes (GDM). Ketiga jenis diabetes ini memiliki perbedaan masing-masing. Sehingga memudahkan Anda untuk mengenalinya.

diabetes

Diabetes tipe 1 dapat berkembang pada semua usia, tetapi paling sering terjadi pada anak-anak dan remaja. Ketika Anda menderita diabetes tipe 1, tubuh Anda memproduksi sangat sedikit atau tidak sama sekali insulin, yang berarti Anda memerlukan suntikan insulin setiap hari untuk menjaga kadar glukosa darah terkendali.

Diabetes tipe 2 lebih sering terjadi pada orang dewasa dan menyumbang sekitar 90% dari semua kasus diabetes. Bila Anda menderita diabetes tipe 2, tubuh Anda tidak memanfaatkan insulin yang diproduksi dengan baik.

Landasan pengobatan diabetes tipe 2 adalah gaya hidup sehat, termasuk peningkatan aktivitas fisik dan pola makan sehat. Namun, seiring waktu, sebagian besar penderita diabetes tipe 2 akan membutuhkan obat oral dan / atau insulin untuk menjaga kadar glukosa darah mereka tetap terkendali.

Sedangkan yang terakhir adalah Gestational diabetes (GDM) adalah jenis diabetes yang terdiri dari glukosa darah tinggi selama kehamilan dan dikaitkan dengan komplikasi pada ibu dan anak. GDM biasanya menghilang setelah kehamilan tetapi wanita yang terkena dan anak-anak mereka berisiko tinggi terkena diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Agar terhindari dari penyakit golongan berbahaya tersebut, Okezone akan memberikan langkah-langkah yang bisa Anda lakukan sebagai tindak pencegahan, sebagaimana dilansir Idf.org:

- Memilih air putih, kopi atau teh sebagai pengganti jus buah, soda, atau minuman manis lainnya.

- Makan minimal tiga porsi sayur setiap hari, termasuk sayuran berdaun hijau.

- Makan hingga tiga porsi buah segar setiap hari.

- Memilih kacang-kacangan, buah segar, atau yogurt tanpa pemanis sebagai camilan.

- Membatasi asupan alkohol maksimal dua minuman standar per hari.

- Memilih potongan daging putih tanpa lemak, unggas atau makanan laut daripada daging merah atau daging olahan.

- Memilih selai kacang sebagai pengganti olesan cokelat atau selai.

- Memilih roti gandum, nasi merah, atau pasta sebagai pengganti roti putih, nasi putih, dan pasta.

- Memilih lemak tak jenuh (minyak zaitun, minyak kanola, minyak jagung, atau minyak bunga matahari) daripada lemak jenuh (mentega, ghee, lemak hewani, minyak kelapa, atau minyak sawit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini