Ketum IDI Jelaskan Alasan Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas Disuntik Vaksin Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 11 Januari 2021 07:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 11 481 2342188 ketum-idi-jelaskan-alasan-tenaga-kesehatan-jadi-prioritas-disuntik-vaksin-covid-19-cQd9aBUGqO.jpg Ilustrasi tenaga kesehatan yang menangani pasien covid-19. (Foto: Fernandozhiminaicela/Pixabay)

PEMERINTAH berjuang keras menyukseskan program penyuntikan vaksin covid-19 secara massal. Hal ini bertujuan memutus rantai penularan covid-19 di Indonesia.

Vaksinasi covid-19 dilakukan secara bertahap kepada 181,5 juta orang. Pada tahap pertama, vaksin covid-19 akan diprioritaskan bagi 1,3 juta tenaga kesehatan di 34 provinsi Tanah Air. Dilanjutkan kepada 17,4 juta tenaga pelayanan publik.

Baca juga: Parah, Seorang Tenaga Kesehatan Sengaja Rusak 500 Dosis Vaksin Covid-19 

Tentunya pemerintah memiliki alasan tersendiri memperioritaskan para tenaga kesehatan untuk divaksin pertama kali ketimbang masyarakat umum. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr Daeng Mohammad Faqih.

"Memang sebenarnya kita sangat berharap vaksinasi yang pertama itu diprioritaskan kepada kelompok rentan. Kelompok rentan ini banyak. Salah satu kelompok rentan dan mungkin sangat rentan adalah tenaga kesehatan," ungkap dr Daeng, seperti dikutip dari akun resmi Instagram Kemenkes @kemenkes_ri, Senin (11/1/2021).

Baca juga: 1,8 Juta Dosis Vaksin Sinovac Tiba, Menkes Tegaskan Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas 

Ia menilai tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam mengentaskan pandemi covid-19 sangat berisiko terpapar virus SARS-CoV-2. Sehingga, program vaksinasi yang diprioritaskan kepada para tenaga kesehatan bisa memberikan pengamanan ekstra bagi mereka selama bertugas.

"Kenapa sangat rentan? Sekarang tenaga kesehatan yang tertular banyak sekali dan yang gugur itu sudah lebih dari 500 orang. Sehingga, diprioritaskan mendapat vaksin pertama kali supaya kekebalan tubuh tenaga kesehatan terbentuk," lanjutnya.

Lebih lanjut dengan terbentuknya kekebalan tubuh terhadap para tenaga kesehatan, maka akan membuat mereka makin kuat dan tidak mudah tertular covid-19. Ini sangat penting untuk mengurangi kematian para petugas kesehatan.

Baca juga: Menkes Budi: Pemerintah Berkomitmen Penuh Berikan Perlindungan Tenaga Kesehatan 

Dokter Daeng juga mengimbau para tenaga kesehatan dan masyarakat umum yang masih ragu divaksin agar bersikap cermat serta mencari sumber informasi yang kredibel dan akurat.

"Jangan mencari informasi di socmed yang mungkin sumbernya tidak valid. Carilah ke sumber yang benar. Tanyalah ke dokter-dokter ahli yang memang mengetahui tentang informasi vaksin," tandasnya.

Info grafis vaksin covid-19. (Foto: Okezone)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini