83% Tenaga Kesehatan Burnout, Masyarakat Diminta Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 11 Januari 2021 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 11 481 2342537 83-tenaga-kesehatan-burnout-masyarakat-diminta-disiplin-terapkan-protokol-kesehatan-tJSrbgasDd.jpg Tenaga kesehatan burnout (Foto: raffin medical)

Dokter Dani tidak menampik di kalangan masyarakat pun tengah terjadi fenomena pandemic fatigue, atau kondisi ketika seseorang lelah akan ketidakpastian kapan berakhirnya pandemi. Hal inilah yang kemudian memicu terjadinya ketidakpatuhan pada penerapan protokol kesehatan dalam upaya encegahan penyebaran virus corona.

"Tenaga kesehatan kita itu lelah, daya tahan tubuhnya juga turun. Pertanyaannya kalau mereka sakit siapa yang mau menggantikan? Mereka itu aset yang harus dijaga. Kita menyekolahkan mereka itu membutuhkan waktu yang lama, berbeda dengan bidang-bidang lain. Regenerasi tidak bisa terjadi secara cepat. Sehingga kita harus membantu mereka dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan, meskipun nantinya sudah ada vaksin," tegasnya.

Untuk menanggulangi permasalahan ini, Dokter Dani mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan maupun perhimpunan profesi untuk segera membantu nakes yang mengalami burnout.

"Kasus burnout ini biasanya perhimpunan profesi yang akan membantu. Hasil penelusuran kami, burnout itu terjadi karena jam kerjanya yang tinggi. Biasanya 8 jam, sekarang bisa jadi 12 jam atau lebih. Jadi jam kerja ini harus diperhatikan," kata Dokter Dani.

"Pihak keluarga juga memainkan peran penting untuk turut serta menjaga kesehatan mereka. Yang sering kecolongan itu mereka terpapar di rumah. Karena ketika sampai di rumah, tidak ada sanksi atau peraturan yang terikat. Banyak sekali kasus nakes yang terjadi tertular oleh orang rumah," tandasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini