Pandemic Fatigue Bikin Orang Abaikan Covid-19, Bagaimana Cara Atasinya?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 11 Januari 2021 16:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 11 481 2342609 pandemic-fatigue-bikin-orang-abaikan-covid-19-bagaimana-cara-atasinya-CVQestV3XE.jpg Ilustrasi masyarakat mulai abai protokol kesehatan (Foto : Medicalnewstoday)

Ahli kesehatan menyebut masyarakat Indonesia tengah memasuki fase pandemic fatigue. Pandemic fatigue adalah kondisi ketika seseorang lelah (demotivasi) akan ketidakpastian kapan berakhirnya pandemi Covid-19.

Kondisi inilah yang kemudian memicu terjadinya ketidakpatuhan dalam penerapan protokol kesehatan. Hal tersebut didukung oleh data yang dikeluarkan oleh Tim Satgas Covid-19 pada 7 Januari 2021.

Disebutkan bahwa sejak minggu ke-3 September hingga minggu ke-3 Desember 2020, persentase kepatuhan masyarakat dalam memakai masker menurun hingga 28%. Begitu pula dengan persentase kepatuhan jaga jarak sosial dilaporkan menurun hingga 20.6%. Ini berkontribusi pada persentase kenaikkan kasus positif hingga 116%.

Pakai Masker

Padahal, bila melihat kembali masa-masa awal munculnya pandemi Covid-19 di Indonesia, produk-produk kesehatan seperti masker dan alat pelindung diri (APD) sempat mengalami kelangkaan. Sekarang situasinya berbalik. Masyarakat menjadi lebih cuek dan apatis.

Kepala Divisi Psikiatri Forensik RSCM sekaligus Ketua Prodi Spesial Kedokteran Jiwa FKUI, dr. Natalia Widiasih Raharjanti, Sp.KJ(K), MPdKed, fenomena inilah yang menunjukan bahwa masyarakat Indonesia telah memasuki fase pandemic fatigue.

"Orang-orang mengalami demotivasi, atau kasarannya 'sudah capek melakukan hal itu-itu lagi'. Alhasil, banyak yang abai dalam menerapkan protokol kesehatan. Padahal kita harus tetap disiplin, sekalipun sudah ada vaksin. Karena prokes itu bukan untuk diri kita sendiri, tetapi untuk orang lain juga," ujarnya dalam webinar bersama BNPB, Senin (11/1/2021).

Baca Juga : Alami Pandemic Fatigue, Ini Tanda-tandanya

Lebih lanjut dr. Natalia menjelaskan, semua orang bisa bisa mengalami pandemic fatigue karena ini adalah suatu respons yang sangat natural dan manusiawi. Apalagi kita ketahui bersama pandemi Covid-19 sudah berlangsung selama kurang lebih 10 bulan.

Namun yang perlu dikhawatirkan, bila hal tersebut terjadi pada banyak kelompok masyarakat. Karenanya, diperlukan tindakan pencegahan karena setiap orang memiliki presepsi yang berbeda dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini.

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mengetahui gejalanya. "Perlu kita kenali dulu, apakah kita ada tanda-tanda kelelahan. Bisa dilihat dari tingkat emosi kita. Apalah mudah sensitif, mudah marah, kita menjadi apatis dan lain sebagainya," terang dr. Natalia.

Begitu muncul gejala-gejala tersebut, dr. Natalia menganjurkan untuk langsung beristirihat, jangan melakukan kegiatan apapun. Cara paling sederhana dan ampuh adalah tidur.

Dampak Pandemi

Namun terkadang, ada kalanya seseorang berada dalam kondisi fight (melawan) or flight (menghindar). Jika sudah demikian, biasanya mereka akan kesulitan untuk tidur atau beristirahat.

"Maka dari itu, kita harus belajar teknik relaksasi. Tipe relaksasi orang beda-beda. Ada yang yoga, ada yang harus menyalurkan energinya dengan melakukan kegiatan seperti thai boxing atau nonton film horror. Intinya temukan cara supaya kita bisa rileks," kata dr. Natalia.

"Dari situ, kita bisa mengenali diri kita dan mengetahui apa sumber kecemasan kita. Misalnya apakah karena kita suka membaca informasi-informasi di media sosial. Jika benar, mulailah melatih pikiran untuk tetap positif," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini