Komnas Penilai Obat Yakin Vaksin Covid-19 Turunkan Angka Positif dan Kematian

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 11 Januari 2021 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 11 481 2342615 komnas-penilai-obat-yakin-vaksin-covid-19-turunkan-angka-positif-dan-kematian-1NxxdLSaqx.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JELANG dua hari vaksinasi Covid-19 pertama kali di Indonesia yang akan diberikan kepada Presiden Jokowi dan Menkes Budi Gunadi Sadikin. Hari ini, BPOM selaku otoritas pengawas obat di Indonesia, telah menerbitkan persetujuan untuk Emergency Use Authorization (EUA).

Persetujuan penggunaan vaksin Covid-19 darurat yang dikeluarkan oleh BPOM hari ini adalah untuk penggunaan vaksin Coronav hasil produksi PT Sinovac Biotech.

“Pada hari ini, Senin 11 Januari BPOM memberikan persetujuan pada penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19 yang pertama kali, kepada Coronavac yang merupakan produksi PT Sinovac Biotech yang bekerja sama dengan PT Bio Farma,” ujar Kepala BPOM Penny Lukito.

Persetujuan yang telah dikeluarkan oleh BPOM ini juga telah mendapatkan rekomendasi dari tim Komite Nasional Penilai Obat.

Dijelaskan oleh dr. Jarir At Thobari, selaku perwakilan tim Komnas Penilai Obat, pihaknya bekerja sama dengan ITAGI dan Perhimpunan Alergi dan Imunologi Indonesia sudah melakukan kajian dari data uji klinis yang didapat oleh BPOM.

"Mulai dari hasil data pra-klinik, uji klinik fase 1, uji klinik fase 2 dan hasil intering analisis fase 3. Baik itu data keamanan, I, munogesinitas dan efikasi yang dilakukan di 4 negara, yakni Indonesia, Turki, China dan Brasil," papar dr. Jarir.

Merujuk pada kajian di atas, maka tim Komnas menyimpulkan bahwa mereka merekomendasikan penggunaan darurat Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin Sinovac ini pada Covid-19.

"Berdasarkan data tersebut, maka tim ahli yang tergabung dalam Komnas menyimpulkan, kami merekomendasikan penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin Sinovac ini," jelasnya.

"Penggunaan vaksin ini pada hasil yang ada bisa memberikan perlindungan dan menurunkan angka kejadian infeksi, hospitalisasi, dan angka kematian yang signifikan di populasi Indonesia,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini