Uji Klinis Vaksin Sinovac Sesuai Target dan Tanpa Gangguan

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 11 Januari 2021 17:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 11 481 2342649 uji-klinis-vaksin-sinovac-sesuai-target-dan-tanpa-gangguan-k5GNp2EcgD.jpg Vaksin Covid-19 (Foto: VIR)

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) diketahui telah secara resmi memberikan persetujuan pada penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) untuk memberikan vaksin Sinovac sebagai vaksin Covid-19 di Indonesia.

Persetujuan penggunaan darurat yang dikeluarkan oleh BPOM untuk vaksin Coronav hasil produksi PT Sinovac Biotech ini, sudah direkomendasikan oleh pihak otoritas lainnya. Mulai dari Komite Nasional Penilai Obat, Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia.

 Vaksin Covid-19

Persetujuan BPOM ini keluar dengan merujuk pada serangkaian data yakni hasil data pra-klinik, uji klinik fase 1, uji klinik fase 2 dan hasil intering analisis fase 3. Pelaksanaan uji klinis fase 3 sebagai fase terakhir, disebutkan oleh Prof Dr.dr. Sri Rejeki selaku perwakilan ITAGI jadi tahapan yang krusial.

“Pelaksanaan uji klinis fase 3 sangat menentukan hasil keamanan dan manfaat suatu vaksin,” kata Profesor Sri Rejeki, dalam gelaran konferensi pers Emergency Use Authorization (EUA) Vaksin COVID-19, Senin (11/1/2021) yang disiarkan melalui akun Youtube BPOM RI.

Uji klinis vaksin Sinovac yang dihelat di Bandung, dinilai ITAGI telah dilakukan sesuai dengan jadwal deadline daan target. Tak hanya itu, juga berlangsung lancar tanpa ada hambatan.

“Pelaksanaan uji klinik vaksin ini sudah dilakukan dengan kaidah penelitian yang baik, selama penelitian berlangsung tidak ada gangguan yang berarti. Pelaksanaan ini dilakukan tepat waktu sesuai target. Sehingga sekarang sudah dihasilkan data hasil pemantauan 3 bulan pasca imunisasi terakhir yakni pemberian 2 dosis vaksinasi,” tambahnya.

 Baca juga: Pilot Cantik India Terbangkan Pesawat dengan Rute Terpanjang Lintasi Kutub Utara

Profesor Sri Rejeki menambahkan, pemantauan efek dari vaksinasi Covid-19 ini tidak hanya akan berhenti di periode 3 bulan usai vaksinasi. Tapi akan tetap dilakukan sampai selesai hingga periode 6 bulan mendatang.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini