Seorang Dokter Meninggal 2 Minggu Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 11 Januari 2021 20:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 11 481 2342723 seorang-dokter-meninggal-2-minggu-usai-disuntik-vaksin-covid-19-yJg8zBChHV.jpg Ilustrasi suntik vaksin Covid-19 (Foto : Newser)

Kabar duka seputar vaksinasi Covid-19 kembali hadir. Kali ini datang dari seorang dokter kandungan di Miami Beach, Florida, Amerika Serikat.

Mengutip Newser, Senin (11/1/2021) dari laporan CBS12, seorang dokter kandungan bernama Gregory Michael meninggal sekitar dua pekan setelah menerima vaksin Covid-19, yakni vaksin Pfizer. Dokter Gregory diketahui menerima vaksin Covid-19 dosis pertamanya pada 18 Desember 2020.

Sang istri, Heidi Neckelmann mengungkapkan dalam pesan di akun Facebook pribadinya, bahwa sang suami adalah seorang pria berusia 56 tahun yang sangat sehat. Sebagai tenaga medis, dokter Gregory dikatakan juga sangat mendukung program vaksin.

“Dia adalah seseorang yang pro-vaksin, itulah kenapa dia menerima vaksin untuk dirinya sendiri,” tulis Heidi.

vaksin covid-19

Laporan menyebutkan, beberapa hari setelah divaksin, bercak-bercak mulai muncul di bagian tangan dan kaki dokter Gregory. Dikatakan oleh media Sun-Sentinel, Gregory dirawat di ruangan ICU dalam kondisi jumlah darahnya di bawah kisaran normal. Menurut pesan yang ditulis Heidi, dokter sudah berusaha untuk meningkatkan jumlah trombosit di tubuh dokter Gregory selama dua pekan, namun tetap tidak berhasil.

“Dia terkena stroke hemoragik akibat kekurangan trombosit, yang merenggut nyawanya dalam hitungan menit,” kata Heidi.

Menurut laporan Miami Herald, kasus kematian dokter Gregory tersebut kini dikabarkan tengah diselidiki oleh otoritas medis lokal dan negara bagian dan juga Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Baca Juga : Minim Efek Samping, Masyarakat Tak Perlu Takut Vaksinasi Covid-19

Perusahaan manufaktur produsen vaksin Pfizer, disebutkan sudah mengetahui soal kabar kematian dokter Gregory. Pfizer mengatakan penyebab kematian sang dokter karena kasus klinis yang sangat tak biasa dari trombositopenia parah. Trombositopenia adalah suatu kondisi yang bisa menurunkan kemampuan tubuh untuk menggumpalkan darah dan menghentikan pendarahan internal.

“Kami sedang menyelidiki kasus ini, tapi kami saat ini menyakini tidak ada hubungannya langsung dengan vaksin,” ujar juru bicara perusahaan Pfizer saat diwawancara Miami Herald.

Juru bicara Pfizer juga menginformasikan bahwa perusahaan mereka sedang terus memantau reaksi negatif dari vaksin itu sendiri. Untuk penyebab pasti kematian dokter Gregory sendiri, seperti disebut Darren Caprara dari Miami-Dade Medical Examiner Department, masih menunggu kepastian.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini