Virus Corona Jenis Baru Munculkan Hasil Negatif Palsu, Benarkah?

Diana Rafikasari, Jurnalis · Selasa 12 Januari 2021 02:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 11 481 2342776 virus-corona-jenis-baru-munculkan-hasil-negatif-palsu-benarkah-RsgRgCbDee.jpg Ilustrasi virus corona jenis baru. (Foto: Okezone)

SEJUMLAH negara melaporkan adanya virus corona jenis baru. Varian ini disebut memiliki spesifikasi berbeda, maka itu butuh penanganan lebih serius pula.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyatakan virus corona jenis baru, termasuk yang ditemukan di Inggris, bisa memengaruhi kinerja beberapa tes molekuler covid-19. Ini juga dapat menyebabkan hasil negatif palsu.

Baca juga: Jepang Temukan Covid-19 Jenis Baru dari 4 Turis Brasil 

FDA telah memberi tahu staf laboratorium klinis dan penyedia layanan kesehatan tentang kemungkinan hasil negatif palsu dari tes molekuler apa pun. FDA telah meminta untuk mempertimbangkan hasil tersebut dalam kombinasi dengan pengamatan klinis dan mengulangi pengujian dengan tes berbeda jika covid-19 masih dicurigai.

Ilustrasi virus corona (Covid-19). (Foto: Unsplash)

Dikutip dari Reuters, Selasa (12/1/2021), FDA menyatakan risiko bahwa mutasi ini akan berdampak pada akurasi pengujian secara keseluruhan rendah.

Baca juga: Ini Syarat Traveling Naik Transportasi Umum dan Pribadi Selama PPKM Jawa-Bali

Direktur National Institutes of Health Francis Collins menjelaskan bahwa jenis baru virus corona yang lebih menular di Inggris telah dilaporkan setidaknya ada di lima negara bagian di Amerika Serikat.

Para ilmuwan mengatakan vaksin yang baru dikembangkan harus sama efektifnya terhadap varian baru covid-19.

FDA mengungkapkan bahwa analisisnya menemukan kinerja tiga tes, yang telah menerima otorisasi penggunaan darurat, dipengaruhi oleh jenis baru virus corona. Namun, mereka mencatat bahwa dampaknya tidak signifikan.

Kit kombo TaqPath Covid-19 dari Thermo Fisher Scientific Inc dan kit pengujian Linea Covid-19 ditemukan secara signifikan mengurangi sensitivitas dari mutasi. Ini termasuk varian B.1.1.7 atau yang disebut jenis baru yang ditemukan di Inggris.

Namun karena kedua tes dirancang untuk mendeteksi beberapa target genetik, sensitivitas tes secara keseluruhan tidak boleh terpengaruh. Sementara itu, kinerja tes Accula SARS-COV-2 Mesa Biotech juga dapat dipengaruhi oleh varian baru covid-19.

Baca juga: Sudah Divaksin tapi Masih Bisa Terinfeksi Covid-19, Ini Penjelasannya 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini