Ternyata Ini Sebabnya Efikasi Vaksin di Indonesia Lebih Rendah dari Turki dan Brasil

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 11 Januari 2021 18:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 11 612 2342678 ternyata-ini-sebabnya-efikasi-vaksin-di-indonesia-lebih-rendah-dari-turki-dan-brasil-OxTd6YOIXi.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya mengeluarkan Emergency Used Authorization (EUA) atau izin penggunaan untuk vaksin Covid-19 buatan Sinovac. Artinya vaksin tersebut diklaim telah aman digunakan pada masyarakat.

Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan, dari hasil evaluasi vaksin Sinovac yang berhasil didatangkan oleh Indonesia aman dan memiliki khasiat dan efikasi atau penurunan persentase kejadian penyakit pada subjek yang divaksinasi, yang baik. Hasil efikasi vaksin Sinovac berdasarkan uji klinik di Bandung menunjukkan efikasi vaksin sebesar 65,3 persen.

Sementara berdasarkan hasil uji efikasi di Turki menunjukkan angka sebesar 91,25 persen dan di Brasil sebesar 78 persen. Hasil tersebut sudah sesuai dengan persyaratan World Health Organization (WHO) di mana nilai efikasi vaksin minimal adalah 50 persen.

Meski sudah berada di batas minimal WHO, namun mengapa nilai efikasi vaksin Sinovac di Indonesia jauh lebih rendah dibandingkan uji klinik di Turki dan Brasil?

Komnas Epidemiologi, dr. Jarir At Thobari, Ph.D mencoba menjelaskan ketimpangan mengenai efikasi vaksin Sinovac di Indonesia.

“Efikasi berbeda disebabkan karena banyak faktor. Terutama faktor epidemiologi Covid-19 di Indonesia, perilaku masyarakat, seberapa besar proses transmisi dari satu orang ke orang lain, dan karakteristik subjek yang divaksin,” terang dr. Jarir.

Menurutnya subjek orang yang divaksin baik Turki dan Brasil memiliki perbedaan yang sangat besar dibandingkan dengan subjek vaksinasi yang dilakukan di Bandung. Perbedaan subjek orang yang di vaksinasi ini membuat tingkat efikasi di tiga negara ini pun berbeda.

?Di turki 20 persen tenaga kesehatan (Nakes), dan 80 persen orang yang memiliki risiko tinggi. Jadi efikasinya bisa lebih tinggi juga. Di Brasil semuanya (yang divaksin) tenaga kesehatan, sementara di Bandung subjeknya populasi umum.

"Jadi efikasi 65,3 persen artinya perlindungan untuk populasi umum sangat tinggi. Sebab subjeknya pun berbeda dengan dua negara lainnya,” tuntasnya.



1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini