Asupan Garam Berlebih Munculkan Gangguan Imunitas, Ini Cara Menguranginya

Antara, Jurnalis · Selasa 12 Januari 2021 09:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 12 481 2342891 asupan-garam-berlebih-munculkan-gangguan-imunitas-ini-cara-menguranginya-jGKU2TTfJg.jpg Ilustrasi garam. (Foto: Racool Studio/Freepik)

BERBAGAI penyakit bisa muncul jika terlalu banyak asupan garam ke dalam tubuh. Sebut saja risiko penyakit seperti hipertensi hingga dapat mengakibatkan berbagai penyakit degeneratif misalnya hipertensi, stroke, dan gagal jantung.

Sebaliknya, apabila kekurangan asupan garam maka efeknya adalah gangguan fungsi otot dan saraf, gangguan kontrol gula darah, serta penyakit lainnya.

Baca juga: 5 Cara Obati Sakit Gigi di Rumah, Yuk Dicoba! 

Maka itu, sangat penting menjaga asupan garam setiap hari, terlebih di masa pandemi covid-19 ini. Pasalnya, konsumsi garam berlebih dikaitkan dengan gangguan imunitas tubuh.

Kaitan antara mengonsumsi garam berlebih dengan turunnya sistem imun tubuh pernah diungkap oleh para peneliti dari University of Bonn, Jerman, yang hasilnya sudah diterbitkan dalam jurnal universitas mereka pada Maret 2020.

Para ilmuwan tersebut menemukan bahwa efek asupan garam berlebih dapat menekan kinerja hormon yang memengaruhi sistem imun tubuh. Konsumsi garam terlalu banyak juga disebut dapat memicu penumpukan zat sisa buangan tubuh (urea) di ginjal. Kondisi ini bisa menekan kemampuan sel darah putih dalam memerangi infeksi bakteri.

Garam. (Foto: 8photo/Freepik)

Trik Kurangi Asupan Garam

Pakar kesehatan sekaligus Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia Profesor Hardinsyah mengatakan ada beberapa cara untuk mengendalikan asupan garam yang sesuai dengan kebiasaan atau pola konsumsi masyarakat Indonesia.

"Tidak bisa dimungkiri, kebiasaan masyarakat Indonesia dalam membuat masakan memang banyak menggunakan bumbu dan rempah yang memiliki cita rasa tinggi. Sedangkan dalam berbagai bumbu dan rempah itu juga sudah cukup banyak terkandung natrium. Nah, cara yang sesuai jika masakan kita sudah banyak menggunakan berbagai bumbu rempah adalah dengan hanya menambahkan garam dapur dalam jumlah yang sedikit sekali," kata Profesor Hardinsyah, seperti dikutip dari Antara, Selasa (12/1/2021).

Baca juga: Kurangi Konsumsi Garam, 5 Perubahan Positif Ini Akan Dirasakan Tubuh 

Untuk diet rendah garam, ia menyarankan agar mengganti garam dengan bumbu gurih seperti MSG. Ini bisa dijadikan solusi yang tepat.

"Banyak penelitian di luar negeri seperti di Jepang menunjukkan bahwa penggunaan MSG bisa menjadi strategi diet rendah garam. Sebab, kandungan natrium dalam MSG hanya sepertiga dari kandungan natrium pada garam dapur biasa," jelasnya.

Dalam acara webinar tentang gizi beberapa waktu lalu, Profesor Hardinsyah juga mengatakan bahwa MSG aman dikonsumsi karena asam glutamat dalam MSG sama dengan asam glutamat yang ditemukan secara alami.

Bahkan menurut JECFA (Joint Expert Committe on Food Additive) WHO/FAO, nilai ADI (Acceptable Daily Intake) untuk MSG tidak dinyatakan (not specified). Sementara berdasarkan Permenkes RI Nomor 722/Menkes/Per/IX/88 tentang Bahan Tambahan Pangan, penggunaan MSG di Indonesia diizinkan dengan batas maksimum penggunaan "secukupnya".

Baca juga: Jelang Vaksinasi Covid-19, Epidemiolog: Masyarakat Perlu Dijelaskan Lagi Manfaatnya 

Garam

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini