CDC Sebut Jarang Terjadi Reaksi Alergi Parah Akibat Vaksin Covid-19

Diana Rafikasari, Jurnalis · Selasa 12 Januari 2021 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 12 481 2342971 cdc-sebut-jarang-terjadi-reaksi-alergi-parah-akibat-vaksin-covid-19-U6tUD8Hxjg.jpg Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Freepik)

PROGRAM vaksinasi covid-19 mulai dilakukan sejumlah negara. Berbagai vaksin virus corona didatangkan untuk memastikan dapat mencegah persebaran wabah penyakit tersebut. Namun ternyata masih ada beberapa pihak yang ragu disuntik vaksin covid-19. Salah satu alasannya, khawatir dengan reaksi alergi parah yang ditimbulkan usai divaksin.

Terkait hal ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan reaksi alergi parah terhadap vaksin covid-19 jarang terjadi. Hanya 29 orang yang mengalami reaksi alergi parah terhadap vaksin virus corona dan menjadikannya sangat langka.

Baca juga: Jelang Vaksinasi Covid-19, Epidemiolog: Masyarakat Perlu Dijelaskan Lagi Manfaatnya 

Dalam satu setengah minggu pertama upaya vaksin covid-19 Negeri Paman Sam, CDC mengatakan ada 21 kasus tambahan yang dikonfirmasi dari reaksi alergi parah yang dikenal sebagai anafilaksis, sehingga total kasus menjadi 29 dari 1,9 juta dosis yang diberikan.

CDC mengatakan dalam Laporan Mingguan Morbiditas dan Mortalitas bahwa kejadian ini menambah tingkat 11,1 kasus anafilaksis dari 1 juta dosis yang diberikan. Sebagai perbandingan, tingkat reaksi alergi yang parah terhadap vaksin flu adalah 1,3 per 1 juta dosis.

"Tingkat anafilaksis untuk vaksin covid-19 mungkin tampak tinggi dibandingkan dengan vaksin flu. Tetapi saya ingin meyakinkan Anda bahwa ini masih merupakan hasil yang langka," kata dr Nancy Messonnier, direktur Pusat Nasional untuk Imunisasi dan Penyakit Pernapasan CDC, sepert dikutip dari cnn.com, Selasa (12/1/2021).

CDC menyebutkan, reaksi alergi muncul dalam beberapa menit setelah mendapatkan vaksin. CDC memiliki informasi tentang 20 dari 21 pasien dan mereka semua sembuh. Sementara anafilaksis adalah reaksi alergi yang parah, tetapi dengan pengobatan biasanya sembuh dengan cepat.

Baca juga: Para Ahli Mengingatkan 3M Wajib Dijalankan Meski Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 

CDC sejauh ini tidak melihat bukti reaksi geografis dan tidak ada petunjuk bahwa ada kelompok yang buruk. Vaksin yang diberikan kepada orang-orang yang mengalami reaksi tidak berasal dari kelompok yang sama.

Dokter Nancy Messonnier mengungkapkan, dari orang-orang yang mengalami reaksi alergi parah, 17 memiliki riwayat alergi yang didokumentasikan, termasuk obat-obatan, produk medis, makanan, dan serangga.

Tetapi alergi seperti itu biasa terjadi dan jumlah reaksinya sangat jarang, jadi CDC mengatakan orang dengan alergi umum tidak perlu khawatir tentang vaksinasi, tetapi harus berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan sebelum melakukannya.

Orang dengan reaksi alergi parah yang diketahui terhadap bahan-bahan dalam Vaksin Pfizer dan Moderna, termasuk polisorbat dan polietilen glikol, sebaiknya tidak mendapat suntikan vaksin.

Baca juga: BPOM Harap Kasus Covid-19 Bisa Turun 65% Pasca Vaksinasi Covid-19 

Orang yang mengalami reaksi alergi terhadap dosis pertama sebaiknya tidak mendapatkan dosis kedua untuk saat ini. CDC akan terus memantau reaksi alergi pada orang yang menerima vaksin.

Tim CDC menyatakan orang mungkin melaporkan lebih banyak kasus atau reaksi alergi daripada yang biasanya dilaporkan. CDC juga belum melihat reaksi parah lain yang mengkhawatirkan terhadap vaksin.

"Manfaat yang diketahui dan potensial dari vaksin covid-19 saat ini lebih besar daripada risiko yang diketahui dan potensial terkena covid-19. Namun, itu tidak berarti bahwa kami tidak dapat melihat potensi kejadian kesehatan yang serius di masa depan," tuturnya.

Baca juga: Ternyata Ini Sebabnya Efikasi Vaksin di Indonesia Lebih Rendah dari Turki dan Brasil 

Ilustrasi vaksin covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini