Jatah Vaksin Covid-19 Gratis untuk Indonesia Berpeluang Naik

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 12 Januari 2021 15:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 12 481 2343194 jatah-vaksin-covid-19-gratis-untuk-indonesia-berpeluang-naik-TjsglXTQ7P.jpg Menkes Budi (Foto: Youtube Sekretariat Presiden)

Jelang vaksinasi Covid-19 pertama di Indonesia yang akan digelar esok, Rabu 13 Januari 2021. Hari ini Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin diketahui menghadiri rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, BPOM, dan Bio Farma terkait vaksinasi Covid-19.

Dalam paparannya, Menkes Budi menyebutkan Indonesia kontrak vaksin yang pasti didapat Indonesia, di jumlah 270 juta dosis dari kebutuhan Indonesia yang mencapai 426 juta dosis.

Vaksin Covid-19 

“Indonesia sendiri posisinya sekarang kontrak yang pasti itu sekitar 270 juta dosis vaksin, kebutuhan 426 juta dosis. Kita sedang lakukan finalisasi dengan Pfizer, agar bisa melengkapi kontrak yang pastinya, 329 juta dosis,” papar Menkes Budi dalam rapat kerja Komisi IX DPR RI, BPOM, dan Bio Farma, Selasa (12/1/2021).

Selain kontrak pasti, Menkes juga mengungkapkan soal pengadaan vaksin Indonesia punya opsi, salah satunya dari vaksin COVAX/GAVI (organisasi multilateral WHO) yang merupakan vaksin gratis.

Indonesia sendiri tengah berusaha untuk bisa mendapatkan jatah vaksin gratis lebih dari jumlah opsi sebelumnya.

“Kenapa opsi ini diberikan, pertama karena angka dari COVAX/GAVI 54 juta dosis ini belum pasti, masih bisa bergeser. Sampai dua hari lalu, kita masih bicara dengan mereka, dan ada kemungkinan mereka bisa naikkan jumlah itu jadi 108 juta,” tambahnya.

Jika jumlah vaksin gratis dari WHO untuk Indonesia bisa ditambah jumlahnya, Menkes Budi menegaskan Indonesia bisa mengurangi kontrak vaksin yang berbayar.

“Ini adalah vaksin gratis, sehingga kalau kita bisa mengkonfirm, mendapatkan semaksimal mungkin dari sini. Maka kita akan mengurangi kontrak yang berbayar, tapi kalau enggak dapat ya kita ambil kontrak yang berbayar,” pungkas Menkes Budi.

 Baca Juga : Sebelum Pesawat Jatuh, Pramugari Sriwijaya Air Mia Tresetyani Telpon Ibu Bilang Hujan

Perlu diketahui, total kontrak dan opsi yang sudah dimiliki Indonesia berjumlah sekitar 663,5 juta dosis vaksin. Sedangkan jumlah total kebutuhan vaksin di Indonesia, yakni 426,8 juta dosis vaksin.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini