Teh Hijau vs Teh Hitam, Mana Lebih Sehat?

Muhammad Ali Hafizhuddin, Jurnalis · Rabu 13 Januari 2021 16:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 298 2343830 teh-hijau-vs-teh-hitam-mana-lebih-sehat-EM0Z5co6ni.jpg Teh hijau dan teh hitam memberikan manfaat untuk kesehatan. (Foto: Azerbaijan Stockers/Freepik)

TEH merupakan salah satu jenis tanaman yang disukai banyak orang. Ada banyak jenis the, di antaranya teh hijau dan teh hitam. Keduanya dibuat dari daun tanaman Camellia sinensis yang mempunyai segudang manfaat untuk kesehatan tubuh.

Perbedaan utama keduanya adalah teh hitam teroksidasi dengan baik dibandingkan teh hijau. Teh hitam memiliki tingkat oksidasi yang tinggi karena daunnya terlebih dahulu digulung sebelum terkena udara untuk memicu proses oksidasi. Reaksi ini menyebabkan daun tersebut menjadi coklat tua dan meningkatkan rasanya yang khas.

Baca juga: Selain Hilangkan Kerutan, Ini Sederet Manfaat Teh Hitam 

Sementara itu, teh hijau yang diproses untuk mencegah oksidasi, menyebabkan warnanya jauh lebih terang daripada teh hitam. Walaupun keduanya memiliki manfaat bagi kesehatan, Anda bisa saja merasa bingung apakah harus mengonsumsi keduanya atau salah satunya saja.

Mengutip dari Healthline, Rabu (13/1/2021), berikut perbedaan antara teh hijau dan teh hitam yang perlu Anda ketahui sebelum meminumnya.

Teh hitam

1. Keduanya bisa melindungi jantung

Teh hijau dan teh hitam diperkaya antioksidan pelindung yang disebut polifenol. Secara khusus, keduanya mengandung flavonoid, sub kelompok polifenol. Namun, jenis dan jumlah flavonoid yang dikandung berbeda. Misalnya pada teh hijau mengandung lebih banyak epigallocatechin-3-gallate (EGCG), sedangkan teh hitam adalah sumber yang kaya akan theaflavin.

Flavonoid dalam teh hijau dan teh hitam dianggap mampu melindungi jantung. Sebuah studi menemukan kedua jenis teh ini dapat membantu mengurangi LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida.

Terlebih lagi, dua ulasan yang meneliti lebih dari 10 studi kualitas masing-masing menemukan bahwa minum teh hijau atau teh hitam dapat menurunkan tekanan darah. Tinjauan lain dari studi teh menemukan bahwa orang yang minum 1 sampai 3 cangkir per hari memiliki 19 dan 36 persen penurunan risiko serangan jantung serta stroke, dibandingkan dengan mereka yang minum kurang dari 1 cangkir teh setiap hari.

Baca juga: Teh Hijau Efektif Turunkan Berat Badan, Ini Cara Kerjanya 

2. Meningkatkan fungsi otak

Teh hijau dan teh hitam sama-sama mengandung kafein. Namun, teh hijau mengandung lebih sedikit kafein daripada teh hitam yaitu sekira 35 miligram per 8 ons (230 mililiter), dibandingkan 39–109 mg untuk porsi yang sama dari teh hitam.

Kafein menstimulasi sistem saraf dengan memblokir adenosin neurotransmitter. Hal ini juga membantu pelepasan neurotransmitter yang meningkatkan mood seperti dopamin dan serotonin.

3. Mengandung asam amino L-theanine

L-theanine dianggap menyeimbangkan efek kafein. Kombinasi kedua zat ini bahkan mungkin sinergis, karena sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang mengonsumsi L-theanine dan kafein bersama-sama memiliki sifat perhatian yang lebih baik, daripada menggunakannya secara terpisah.

Di saat yang sama, keduanya menyebabkan pelepasan hormon dopamin dan serotonin yang dapat meningkatkan suasana hati jauh lebih baik.

4. Teh hijau kaya antioksidan EGCG yang kuat

Teh hijau adalah sumber antioksidan epigallocatechin-3-gallate (EGCG) yang kuat. Meskipun teh hijau mengandung polifenol lain, seperti katekin dan asam galat, EGCG dianggap yang paling kuat dan sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Adapun manfaat EGCG dalam teh hijau adalah:

- Kanker: Studi tabung reaksi telah menemukan bahwa EGCG dalam teh hijau dapat menghambat penggandaan sel kanker dan menyebabkan kematian sel kanker.

- Penyakit alzheimer: EGCG bisa mengurangi efek berbahaya dari plak amiloid, yang terakumulasi pada pasien alzheimer.

- Perlindungan hati: EGCG terbukti mengurangi perkembangan hati berlemak pada seseorang yang menjalani diet tinggi lemak.

- Antimikroba: Antioksidan ini dapat menyebabkan kerusakan pada dinding sel bakteri dan bahkan dapat mengurangi penularan beberapa virus.

- Menenangkan: EGCG dapat berinteraksi dengan reseptor di otak untuk memberikan efek menenangkan pada tubuh.

Teh hijau

Baca juga: Perawatan Kecantikan ala Korea di Rumah, Ampuh Bikin Kulit Kilau Alami 

5. Teh hitam mengandung theaflavin yang bermanfaat

Theaflavin adalah sekelompok polifenol yang unik untuk teh hitam. Mereka terbentuk selama proses oksidasi dan mewakili 3 sampai 6 persen dari semua polifenol dalam teh hitam.

Theaflavin tampaknya menawarkan banyak manfaat kesehatan, dan semuanya terkait dengan kemampuan antioksidannya. Polifenol ini dapat melindungi sel lemak dari kerusakan akibat radikal bebas, dan dapat mendukung produksi antioksidan alami pada tubuh.

Kemudian theaflavin dapat melindungi jantung dan pembuluh darah. Selain itu, theaflavin terbukti secara signifikan mengurangi kadar kolesterol dan gula darah.

Mereka bahkan dapat melakukan proses pemecahan lemak dan telah direkomendasikan sebagai bantuan potensial untuk pengidap obesitas. Faktanya, theaflavin dalam teh hitam mungkin memiliki kapasitas antioksidan yang sama dengan polifenol dalam teh hijau.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini