Teh Hijau vs Teh Hitam, Mana Lebih Sehat?

Muhammad Ali Hafizhuddin, Jurnalis · Rabu 13 Januari 2021 16:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 298 2343830 teh-hijau-vs-teh-hitam-mana-lebih-sehat-EM0Z5co6ni.jpg Teh hijau dan teh hitam memberikan manfaat untuk kesehatan. (Foto: Azerbaijan Stockers/Freepik)

4. Teh hijau kaya antioksidan EGCG yang kuat

Teh hijau adalah sumber antioksidan epigallocatechin-3-gallate (EGCG) yang kuat. Meskipun teh hijau mengandung polifenol lain, seperti katekin dan asam galat, EGCG dianggap yang paling kuat dan sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Adapun manfaat EGCG dalam teh hijau adalah:

- Kanker: Studi tabung reaksi telah menemukan bahwa EGCG dalam teh hijau dapat menghambat penggandaan sel kanker dan menyebabkan kematian sel kanker.

- Penyakit alzheimer: EGCG bisa mengurangi efek berbahaya dari plak amiloid, yang terakumulasi pada pasien alzheimer.

- Perlindungan hati: EGCG terbukti mengurangi perkembangan hati berlemak pada seseorang yang menjalani diet tinggi lemak.

- Antimikroba: Antioksidan ini dapat menyebabkan kerusakan pada dinding sel bakteri dan bahkan dapat mengurangi penularan beberapa virus.

- Menenangkan: EGCG dapat berinteraksi dengan reseptor di otak untuk memberikan efek menenangkan pada tubuh.

Teh hijau

Baca juga: Perawatan Kecantikan ala Korea di Rumah, Ampuh Bikin Kulit Kilau AlamiĀ 

5. Teh hitam mengandung theaflavin yang bermanfaat

Theaflavin adalah sekelompok polifenol yang unik untuk teh hitam. Mereka terbentuk selama proses oksidasi dan mewakili 3 sampai 6 persen dari semua polifenol dalam teh hitam.

Theaflavin tampaknya menawarkan banyak manfaat kesehatan, dan semuanya terkait dengan kemampuan antioksidannya. Polifenol ini dapat melindungi sel lemak dari kerusakan akibat radikal bebas, dan dapat mendukung produksi antioksidan alami pada tubuh.

Kemudian theaflavin dapat melindungi jantung dan pembuluh darah. Selain itu, theaflavin terbukti secara signifikan mengurangi kadar kolesterol dan gula darah.

Mereka bahkan dapat melakukan proses pemecahan lemak dan telah direkomendasikan sebagai bantuan potensial untuk pengidap obesitas. Faktanya, theaflavin dalam teh hitam mungkin memiliki kapasitas antioksidan yang sama dengan polifenol dalam teh hijau.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini