Netizen Pertanyakan Alasan Pemerintah Tunjuk Raffi Ahmad Jadi Penerima Vaksin Covid-19 Perdana

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 13 Januari 2021 13:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 481 2343696 netizen-pertanyakan-alasan-pemerintah-tunjuk-raffi-ahmad-jadi-penerima-vaksin-covid-19-perdana-hmzu38fzOx.jpg Raffi Ahmad diundang Presiden Jokowi untuk vaksin (Foto: Inst Raffinagita1717)

Raffi Ahmad menjadi salah satu penerima vaksin Covid-19 perdana yang dilangsungkan hari ini di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (13/1/2021). Terpilihnya Raffi sebagai penerima vaksin ternyata tak luput dari pro kontra di kalangan netizen Indonesia.

Sebagian mempertanyakan alasan pemerintah memilih Raffi Ahmad sebagai salah satu penerima vaksin jenis Sinovac tersebut. Mereka menilai, masih banyak tokoh-tokoh dari kalangan selebriti yang dinilai mampu meng-influence atau memberikan pengaruh yang lebih besar dibandingkan suami Nagita Slavina itu.

 Raffi Ahmad

Isu ini pun mendadak ramai diperbincangkan di media sosial. Terlebih setelah cuitan blogger sekaligus selebtwit @Pashatama viral di Twitter.

Dalam cuitannya, wanita bernama Sashy Pashatama itu menjelaskan secara lugas alasan pemerintah Indonesia memberikan kepercayaan mereka kepada Raffi Ahmad dari sudut pandangnya.

"Kalau kita (karena gw juga) tidak merasa akan ter-influence oleh Raffi Ahmad, jangan lupa ada jutaan orang lain yang akan akan ter-influence olehnya. Indonesia ini isinya bukan cuma kita dan temen-temen kita aja," tulis Sasha Pashatama.

Cuitan Sasha memang ada benarnya. Setiap influence maupun content creator memang memiliki segmen pasar masing-masing.

Namun bila melihat fakta di lapangan, perlu diketahui bahwa Raffi Ahmad merupakan influencer sekaligus artis dengan jumlah followers Instagram terbanyak di Indonesia. Hasil penelurusan MNC Portal, followers Raffi saat ini telah menyentuh angka 49,4 juta.

Belum lagi berbicara platform media sosial lainnya seperti YouTube. Kanal YouTube Rans Entertainment milik Raffi Ahmad telah disubscribe oleh lebih dari 19 juta orang. Selain itu, rata-rata video yang diunggah Rans Entertainment memiliki jumlah viewers mencapai ratusan ribu hingga jutaan penonton.

Artinya, terlepas dari kualitas konten Raffi yang mungkin tidak sesuai dengan selera sebagian orang, dari data ini saja sudah bisa dilihat betapa besarnya engagement atau keterikatan emosional para penonton setia Raffi.

Sehingga tak mengherankan bila pemerintah dan Presiden Joko Widodo, memilih Raffi Ahmad untuk mewakili kelompok masyarakat dan kalangan millenial dalam pemberian vaksinasi Covid-19 perdana yang dilangsukan pagi tadi.

Lantas, bagaimana dengan respons netizen terkait perdebatan ini? Berikut rangkumannya.

"Ibu Aku Suka banget mantengin Channel yt raffi ahmad. Yg tdi nya takut di vaksin liat raffi di Vaksin dia jadi gak takut :")," tulis akun @peceyesister.

"Terima ga terima, yang mengidolakan dia jauh lebih banyak dari lingkaran kita2 aja," tulis akun @laraafani.

Baca juga: Seragam Pramugari Sriwijaya Air Ditemukan 2 Mil dari Pulau Laki

"Banyak segmen non Twitter yang idolanya adalah Raffi Ahmad.. justru netizen Twitter ini yang porsinya kecil di masyarakat," tulis akun @zimi95.

"Aku juga mikir gini awalnya,ngapain sih pemerintah bikin acara vaksin perdana disiarin gede2an sampe ngundang artis..akhirnya ku sadar setlah mikir2, oh ini cara pemerintah untuk meyakinkan sebagian rakyat agar yg sehat mau divaksin. Hidup ga cuma tentang aku saja," tulis akun @ayunindy17.

"Raffi Ahmad itu contoh orang yg sukses dr bawah. Sekian belas tahun di tv. Wajar banget kalo lingkup pertemanan dia banyak dan luas, pun yg mengidolakannya," tulis akun etikwahyu.

"Second in. Suara Raffi lebih didenger dan luas jangkauannya dibanding ((kita)). Semoga bisa melampaui suara seleb2.. yang.. you.. know... who..," tulis akun @fitritash.

"Dan menurut saya memang pas klo raffi ahmad, bayangin multiplier efeknya. Diberitain akun gosip, ditayangin di YT. Dan penontonnya dari berbagai kalangan. Buat yang julid, kurang2in lah suudzonnya," tulis akun ain7281.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini