Akan Disuntik Vaksin Sinovac, Ini Risiko yang Bisa Diterima Presiden Jokowi

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Rabu 13 Januari 2021 00:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 612 2343396 akan-disuntik-vaksin-sinovac-ini-risiko-yang-bisa-diterima-presiden-jokowi-RoCjSYVDhh.jpeg Presiden Jokowi. (Foto: Setkab)

BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya menyetujui penggunaan darurat vaksin Sinovac. Vaksin ini pun akan mulai disuntikkan pada 13 Januari.

Presiden RI Joko Widodo, sebagai kepala negara, akan menjalani vaksinasi perdana Covid-19. Hal ini dilakukan untuk membuktikan keamanan vaksin Covid-19 buatan Sinovac.

Meskipun aman, bukan berarti tidak ada efek samping dari vaksin Covid-19. Kepala BPOM mengungkapkan, ada efek samping yang bisa terjadi.

"Efek samping yang ditimbulkan bersifat ringan hingga sedang, yaitu efek samping lokal berupa nyeri, indurasi (iritasi), kemerahan dan pembengkakan," katanya.

"Selain itu terdapat efek samping sistemik berupa myalgia (nyeri otot), fatigue, dan demam,” tutur Penny.

Memang, berdasarkan hasil evaluasi data keamanan vaksin Coronavac diperoleh dari studi klinik fase 3 di Indonesia, Turki dan Brasil yang dipantau sampai periode 3 bulan setelah penyuntikan dosis yang ke 2, secara keseluruhan menunjukkan vaksin Coronavac aman.

Oleh sebab itu, Sekretariat Presiden saat ini sedang mempersiapkan dan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk pengaturan tatacara vaksinasi terhadap Kepala Negara.

Dia mengatakan, penyuntikan vaksin perdana terhadap Presiden akan disiarkan secara langsung melalui live streaming..

Sementara itu mengenai tempat pelaksanaan vaksinasi Presiden akan diinfokan selanjutnya.

Presiden Jokowi dalam beberapa kesempatan telah menyatakan kesediaannya menjadi orang pertama di Tanah Air yang menerima vaksinasi COVID-19 setelah izin EUA dari BPOM dan fatwa kehalalan dari MUI terbit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini