Dokter Reisa ke Vaksinator: Kok Gemetar Pas Suntik Presiden?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 13 Januari 2021 10:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 612 2343542 dokter-reisa-ke-vaksinator-kok-gemetar-pas-suntik-presiden-pYZm1bfubn.jpg Presiden Jokowi. (Foto: MNC)

SETELAH mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), vaksin Covid-19 buatan Sinovac akhirnya bisa digunakan oleh masyarakat Indonesia. Sebagai Kepala Negara, Presiden Jokowi pun menjadi orang yang disuntik pertama kali.

Proses vaksinasi berjalan dengan lancar dan tidak ada hambatan apapun. Sebelum mendapatkan suntikan vaksin, Presiden Jokowi pun melakukan proses skrining anamnesis berupa pemeriksaan tekanan darah dan sejumlah wawancara.

Vaksin Sinovac tidak boleh diberikan kepada orang dengan tekanan darah sistolik di atas 140. Namun tekanan darah Presiden Jokowi adalah sistolik 130 dan diastolik 67.

Jokowi Disuntik Vaksin Covid-19 di Istana

Setelah lolos dari skrining, Presiden Jokowi pun langsung menuju meja vaksinasi. Namun, hal unik terjadi ketika Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof. Dr. Abdul Muthalib sebagai vaksinator, tampak canggung saat menyuntikkan vaksin ke lengan kiri orang nomor satu di Indonesia itu.

Melalui channel YouTube Sekertariat Presiden yang disiarkan secara langsung dari Istana Negara, Rabu (13/1/2021), tangan Prof Abdul nampak gemetar saat menyuntikkan vaksin. Tentunya kejadian ini membuat penasaran dr. Reisa, selaku moderator dalam acara pemberian vaksin perdana ini.

"Menyuntik orang pertama di Indonesia tentunya ada rasa juga. Tetapi masalah itu tidak menjadi halangan buat saya untuk menyuntikkannya," kata Prof Abdul.

"Pada waktu menyuntikkannya tidak masalah. Tidak gemetaran lagi waktu menyuntikannya. Pertamanya saja agak gemetaran. Tadi prosesnya juga baik, lancar dan tidak ada masalah,” tambah dia.

Saat ini Presiden Jokowi sedang menunggu di ruangan observasi untuk melihat reaksi yang ditimbulkan akibat vaksinasi selama 30 menit ke depan.

Selain Presiden Jokowi, sejumlah pejabat negara lainnya seperti Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Indonesia (PB IDI), Daeng M Faqih, Sekjen MUI, dr. Amirsyah Tambunan, PBNU KH Ahmad Ishomuddin, dan sejumlah jajaran lainnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini