Ketum IDI Berharap Adanya Vaksin Covid-19 Perkecil Angka Kematian Nakes

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 13 Januari 2021 11:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 612 2343579 ketum-idi-berharap-adanya-vaksin-covid-19-perkecil-angka-kematian-nakes-SuYvhNVpVE.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

VAKSIN perdana corona Covid-19 akhirnya diberikan pada masyarakat, setelah mendapatkan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun menjadi orang virus tahap pertama.

Selain Presiden Jokowi, salah satu orang yang divaksin adalah Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr. Daeng M Faqih. Ia mengimbau kepada masyarakat untuk menyaksikan proses vaksinasi tahapan pertama ini.

Sebab, proses vaksinasi ini bisa menjadi bukti bahwa vaksin yang nantinya diberikan kepada masyarakat Indonesia dipastikan aman untuk digunakan. Karenanya, dia mengimbau semua masyarakat khususnya dokter dan tenaga kesehatan (Tenkes) di seluruh Indonesia, tidak takut mendapat vaksin Covid-19.

"Setelah sekian panjang penelitian dan uji klinis dilakukan dan penilaian juga telah dilakukan otoritas seperti BPOM dan MUI. Kesimpulan didapat bahwa vaksin ini dinyatakan aman, berkhasiat dan efektif serta halal," terang dr. Daeng.

Pada kesempatan yang sama, dr. Daeng pun menjelaskan tentang fungsi dan pentingnya vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah. Ia berharap dengan pemberian vaksin, dapat menekan tingkat risiko dan angka kematian para tenaga kesehatan yang berjuang mengatasi pandemi virus corona Covid-19.

"Tujuan vaksinasi untuk cepat terbentuknya kekebalan pada tubuh masyarakat. Dengan tubuh kebal dan memiliki antibodi sehingga bisa mencegah Covid-19. Kalau kekebalan tubuh terbentuk maka akan mengurangi angka gugurnya Tenkes yang tinggi yakni di atas 500 orang di seluruh Indonesia," tuntasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini