5 Keraguan yang Menandakan Suatu Pasangan Tidak Ditakdirkan Bersama

Uthari Handayani, Jurnalis · Rabu 13 Januari 2021 14:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 612 2343734 5-keraguan-yang-menandakan-suatu-pasangan-tidak-ditakdirkan-bersama-2tlZ9EIVkh.jpg Pasangan terbaik (Foto: VT)

Memiliki pasangan yang bisa memahami kita seolah-olah sudah saling mengenal sejak lama, terkadang membuat kita berekspektasi tinggi dan beranggapan akan berjodoh.

Tidak heran karena seperti yang dikatakan Konselor Psikis, Davida Rappaport kepada Bustle, ada tiga hal yang mendasari hubungan kuat tersebut seperti koneksi yang luar biasa, chemistry yang halus, dan koneksi mental.

Tapi terkadang kenyataan mengalahkan harapan. Biasanya dimulai dengan bermunculannya keraguan untuk melanjutkan ke hubungan yang lebih serius.

Lantas apa saja yang menandakan sepasang kekasih tidak ditakdirkan bersama?

 tak mau berkomitmen

1. Sering melakukan putus-nyambung

Hubungan toxic yang putus-nyambung seringkali tidak berhasil untuk menuju satu visi. Tapi belajar dari pengalaman-pengalaman yang pernah dilalui, Anda akan menemukan diri dengan orang yang baru.

2. Tidak merasa cukup baik untuk pasangan

Menurut psikoterapis, Emily Mendes, saat sangat beruntung memiliki dia sebagai pasangan tapi malah kita dibuat tidak merasa pantas untuk mendapatkannya. Belum lagi selalu takut untuk menjadi diri sendiri yang sebenarnya tidak sebaik yang dia lihat. Itu merupakan tanda yang jelas kalian tidak ditakdirkan bersama.

3. Tidak kompatibel secara intelektual

Rappaport kembali menjelaskan, “Komunikasi adalah hal yang paling utama untuk hubungan langgeng. Anda harus bisa berkomunikasi dan memastikan dapat mengatasi masalahnya secara cerdas. Jika selalu mendapatkan kesulitan dalam menjalankannya, mungkin dia bukan orang yang tepat.”

 

4. Dia tidak sesuai dengan kriteria pasangan ideal

Ini menyangkut masalah bagaimana dia memperlakukan kita. Jika dia tidak bisa memberikan atau menjadi orang yang kita inginkan. Jawabannya jelas, kalian tidak ditakdirkan bersama.

Apalagi saat sudah ada pemikiran seperti yang dikatakan Mendez, “Saat Anda merasa harus mengganti pasangan.”

5. Saat semuanya baik-baik saja tapi dia tidak ingin komitmen

Memiliki pasangan dengan chemistry yang kuat dan tidak memiliki masalah adalah suatu anugerah. Tapi saat datang pada kenyataan dia tidak ingin berkomitmen atau menuju ke hubungan ke yang lebih serius, ini jadi berat.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini