Hindari 5 Kesalahan Ini agar Anak Tidak Kecanduan Main Game

Uthari Handayani, Jurnalis · Rabu 13 Januari 2021 16:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 612 2343828 hindari-5-kesalahan-ini-agar-anak-tidak-kecanduan-main-game-SJCWd6WVoO.jpg Anak kecanduan game (Foto: Lifepal)

Kemajuan teknologi yang terus berkembang di dunia digital membuat segala sesuatu lebih mudah dan bahkan bisa dioperasikan dalam genggaman. Seperti halnya main game.

Variasi game yang kini sudah tersedia dan disesuaikan dengan umur pengguna membuat siapa pun akan lebih betah dan aman memainkannya.

 anak kecanduan game

Tapi ini malah jadi suatu keburukan saat sudah mengarah ke kecanduan game. Apalagi terjadi pada anak-anak karena di usianya ini merupakan waktu yang tepat untuk mengenal banyak hal baru.

Seharusnya mereka aktif beraktivitas di luar rumah dan bersosialisasi. Namun, jadi terlenakan dengan duduk santai sambil bermain game.

Sebagai tindak pencegahan, pahami dahulu beberapa kesalahan umum yang dilakukan orangtua hingga anak mereka kecanduan game seperti yang dilansir dari Focus On The Family berikut ini.

1. Memberikannya saat anak masih kecil

Semakin dini seorang anak mulai bermain game, semakin cepat pula dia dihadapkan dengan pola kecanduan. Anak yang bermain permainan alami daripada game di gawai lebih cenderung menjadi remaja yang berpengetahuan luas dan bahagia.

2. Mempermudah akses mendapatkan game

Disediakannya akses untuk bermain game pastinya akan membuat seorang anak kecanduan dan sulit untuk mengontrolnya untuk berhenti.

3. Menjadikan game sebagai hadiah

Menghadiahi anak dengan bermain game mungkin dapat memotivasinya untuk giat belajar, tapi risiko jangka panjangnya akan membuat dia kecanduan. Dan malah beranggapan belajar hanya untuk bermain game, sehingga tidak ada kesadaran sendiri. Cobalah ganti imbalan kebaikan mereka dengan pergi jalan-jalan.

4. Mengizinkannya bermain game lebih lama

Saat diminta untuk berhenti bermain game, anak biasanya memohon untuk satu level lagi dan dengan mudahnya orang tua mengizinkan. Namun, sebaiknya hal tersebut jangan dikabulkan jika tidak ingin anak Anda kecanduan.

Ini hanya akan membuatnya menghabiskan waktu dengan cuma-cuma daripada mengisinya dengan hal bermanfaat lain.

5. Mengabaikan naluri

Seperti yang diketahui bahwa naluri orangtua selalu tepat tapi Anda selalu meragukannya. Ini terjadi ketika merasa terlalu mengekang anak untuk bermain game dan menghindari konflik tak terelakkan karenanya. Padahal memang sudah sepantasnya memberikan batasan pada anak saat dia sudah terlalu lama menghabiskan waktu pada game.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini