Lewat COVAX-AMC EG, Indonesia Bakal Pimpin Distribusi Vaksin ke Negara Berkembang

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 13 Januari 2021 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 612 2343856 lewat-covax-amc-eg-indonesia-bakal-pimpin-distribusi-vaksin-ke-negara-berkembang-NNfcBsg6V5.jpg Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (Foto: Okezone)

INDONESIA memang telah mendatangkan sejumlah besar Covid-19 dari berbagai negara. Vaksin yang didatangkan ini tidak lepas dari kerjasama yang telah dijalin oleh pemerintah Indonesia dengan negara lain.

Tapi, tidak semua negara mendapat keistimewaan tersebut. Beberapa negara berkembang bahkan tidak bisa memesan vaksin, lantaran sudah kehabisan stok.

Oleh karena itu, dibentuklah COVAX Advance Market Commitment Engagement Group (COVAX-AMC EG). COVAX AMC EG merupakan forum antara negara AMC (negara-negara berkembang) dengan negara-negara donor untuk pengadaan dan distribusi vaksin ke negara-negara berkembang.

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi baru saja mengumumkan bahwa Indonesia baru saja terpilih menjadi salah satu Co-Chairs dari COVAX-AMC EG. Menlu Retno pun didapuk menjadi salah satu sosok yang memimpin COVAX-AMC EG yang gelaran pemilihannya telah diselenggarakan secara virtual (evoting) di Jenewa, Swiss.

Adapun tenggat waktu pemilihan sampai 8 Januari 2021 tengah malam baru kemudian diumumkan 12 Januari 2021 malam waktu Jenewa. Di pemilihan tersebut, Indonesia diketahui mendapatkan suara terbanyak.

“Alhamdulillah, dalam pemilihan tersebut Indonesia mendapatkan suara terbanyak yaitu 41% dari suara masuk. Suara terbanyak kedua diperoleh oleh Menkes Ethiopia, Lia Tades,” kata Menlu Retno, dalam Press Briefing Menlu RI terkait COVAX-AMC Engagement Group, yang dihelat virtual, Rabu (13/1/2021).

E-voting ini dilakukan untuk memilih dua co-chairs (dari 5 calon kandidat) dari AMC 92 Economies, yaitu 92 Economies yang tergabung dalam Covax AMC. Selain Indonesia dan Ethiopia, yang mewakili AMC 92 Economies. Ada juga Menteri Pembangunan Internasional Kanada, Karina Gould sebagai perwakilan dari negara donor sebagai co-chair.

COVAX Facility sendiri, diketahui punya target pengadaan vaksin bagi 20% dari populasi setiap negara berkembang dan mendukung kesiapan negara-negara tersebut untuk melakukan rencana vaksinasi nasional di negaranya masing-masing. Pengadaan akan dilakukan secara bertahap karena masih terbatasnya vaksin yang tersedia bagi semua negara.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini