Ilmuwan Teliti Kemampuan Anjing Deteksi Covid-19 dari Cairan Tubuh

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 14 Januari 2021 13:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 14 612 2344323 ilmuwan-teliti-kemampuan-anjing-deteksi-covid-19-dari-cairan-tubuh-2f4ZX5QsnZ.jpg Ilustrasi anjing dilatih mendeteksi covid-19. (Foto: Ubergizmo)

PENGEMBANGAN keterampilan anjing sebagai pendeteksi virus corona atau covid-19 makin banyak dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Sebelumnya hewan berkaki empat ini banyak membantu manusia dalam banyak hal. Mereka mengandalkan indera penciuman yang tajam untuk menemukan bahan peledak, obat-obatan terlarang, maupun mediagnosis kanker.

Anjing di seluruh dunia telah menunjukkan kemampuan yang mengesankan untuk mendeteksi covid-19 hanya dengan aroma sampel cairan tubuh. Dalam suatu penelitian yang dilakukan belum lama ini, Profesor di Sekolah Kedokteran Hewan Nasional Universitas Paris-Est di Alfort Prancis, Dominique Grandjen, behasil mengungkap sesuatu yang luar biasa.

Baca juga: Viral! Pria Selamatkan Anjing yang Terjebak dalam Lubang Lebih dari 30 Jam 

Ia dan rekannya menemukan enam anjing yang berpartisipasi dalam mendeteksi covid-19 dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi daripada beberapa anjing tes diagnostik yang tersedia. Studi yang dilakukan pada Desember 2020 ini diterbitkan dalam jurnal PLOS One.

Anjing tersebut bernama Maika, Gun, Bella, Jacky, dan Oslo. Mereka menerima pelatihan selama satu hingga tiga minggu sebelum dimulainya pengujian. Jacky adalah satu-satunya anjing terrier berjenis Jack Russell, sementara kelima lainnya berjenis Belgian Malinoise yang merupakan ras andalan di Prancis dengan kepribadian mirip dengan Anjing Gembala Jerman (AGJ) atau biasa disebut Helder.

Anjing mendeteksi covid-19 di Bandara Cile. (Foto: Reuters)

Sesi pengujian mengevaluasi kemampuan anjing untuk membedakan antara sampel keringat yang dikumpulkan dari 95 individu dengan gejala covid-19 positif dan 82 individu dengan asimtomatik covid-19 negatif di Paris, Prancis; dan Beirut, Lebanon.

Sebagaimana dilansir Very Well Health, Kamis (14/1/2021), hasil penelitian keringat yang ditulis oleh Profesor Grandjean dan rekannya dalam penelitian tersebut mengandung senyawa organik volatil (VOC) tingkat tinggi. Tanda kimiawi yang dapat menyampaikan informasi penting tentang proses metabolisme.

Baca juga: Kisah Haru Kembalinya Anjing yang Lama Hilang, Sempat Dikira Sudah Mati 

Ketika SARS-CoV-2 yang merupakan penyebab covid-19 memasuki aliran darah, maka hal tersebut akan menginduksi produksi katabolit tertentu. Produk sampingan kimia yang bermanifestasi sebagai perubahan bau badan. Manusia yang mempunyai enam juta reseptor penciuman memang tidak bisa menangkap perubahan kecil ini, tapi anjing yang memiliki 300 juta reseptor sehingga bisa mendeteksi ini.

Selain keringat, cairan tubuh lainnya seperti napas, air mata, urine, feses, air liur, dan sekresi trakeobronkial seperti dahak, mengandung VOC, menjadikannya kandidat yang layak untuk eksperimen.

Profesor Ilmu Anjing Pekerja dan Kedokteran Olahraga, Cynthia M Otto DVM, dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Pennsylvania, menguji anjing dengan sampel urine. Sementara di Universitas Kedokteran Hewan Hannover di Jerman, Holger Andreas Volk DVM, selaku kepala bagian bedah dan kedokteran hewan menggunakan sampel air liur.

Baca juga: Tampung 1.300 Anjing hingga Kuda, Wanita Ini Dijuluki Kesatria Hewan 

Saat ini semua penelitian tersebut masih dilakukan. Profesor Grandjean mengatakan bahwa ia tidak memperkirakan tingkat akurasi deteksi covid-19 bervariasi antara jenis cairan yang digunakan untuk mendeteksi penyakit.

"Jika kita mempertimbangkan apa yang telah dilakukan oleh beberapa negara lain, jawabannya mungkin tidak, tetapi (untuk) sekarang kita tidak tahu dan (terus) mengerjakannya. Rute eliminasi katabolit tertentu mungkin bukan sama. Misalnya, kami mengeluarkan urea dalam urin tetapi tidak dalam keringat," terangnya.

Anjing mendeteksi covid-19 di Bandara Cile. (Foto: cnn.com)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini