Sebuah Studi Temukan Anjing Bisa Deteksi Penderita Covid-19 Tanpa Gejala

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 14 Januari 2021 17:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 14 612 2344524 sebuah-studi-temukan-anjing-bisa-deteksi-penderita-covid-19-tanpa-gejala-EvZr2L2NIu.jpg Anjing dilatih untuk mendeteksi penderita covid-19. (Foto: Reuters)

PERAN anjing dalam mendeteksi covid-19 di masa pandemi menjadi sangat dibutuhkan. Sebagaimana diketahui, lonjakan kasus baru terpapar virus corona di seluruh dunia telah membuat sejumlah tenaga kesehatan (tenkes) menjadi kewalahan menanganinya.

Terkait langkah mengatasi persebaran covid-19, Guru Besar di Sekolah Kedokteran Hewan Nasional Universitas Paris-Est di Alfort Prancis Profesor Dominique Grandjen behasil mengungkap sesuatu yang luar biasa. Ia dan rekannya menemukan enam anjing yang berpartisipasi dalam mendeteksi virus corona dengan tingkat akurasi lebih tinggi daripada beberapa anjing tes diagnostik yang tersedia.

Baca juga: Ilmuwan Teliti Kemampuan Anjing Deteksi Covid-19 dari Cairan Tubuh 

Seperti dinukil dari Very Well Health, Kamis (14/1/2021), studi yang dilakukan pada Desember 2020 ini telah diterbitkan dalam jurnal PLOS One. Studi tersebut melibatkan anjing bernama Maika, Gun, Bella, Jacky, dan Oslo. Mereka mendapat pelatihan selama satu hingga tiga minggu sebelum dimulainya pengujian. Jacky adalah satu-satunya anjing terrier berjenis Jack Russell.

Anjing mendeteksi covid-19 di Bandara Cile. (Foto: cnn.com)

Sementara kelima anjing lainnya berjenis Belgian Malinoise yang merupakan ras andalan di Prancis dengan kepribadian mirip dengan Anjing Gembala Jerman (AGJ) atau biasa disebut Helder. Selama sesi pengujian, anjing-anjing tersebut ditemani pengurusnya. Mereka diberikan tiga atau empat sampel keringat ketiak yang masing-masing ditempatkan di belakang sebuah kerucut.

Baca juga: Kisah Haru Kembalinya Anjing yang Lama Hilang, Sempat Dikira Sudah Mati 

Mereka kemudian ditugaskan mengidentifikasi dengan benar sampel yang bersumber dari individu yang bergejala covid-19 positif. Setiap daftar termasuk satu sampel positif dan satu atau lebih sampel negatif virus corona. Dalam penelitian tersebut anjing-anjing itu sukses mendeteksi dengan tingkat akurasi antara 76 dan 100 persen.

Anjing Bella dan Jacky memimpin tingkat akurasi dengan kesuksesan 100 persen, sementara Maika berada di urutan belakang dengan 76 persen. Tahapan pengujian awal tidak menggunakan sampel keringat yang diambil dari individu positif covid-19 tanpa gejala yang merupakan persentase signifikan dari populasi penyakit.

Namun, kata Profesor Grandjean , sejak menerbitkan penelitian ini, tahapan pengujian berikutnya telah menemukan bahwa kurangnya gejala yang dialami seseorang tidak mampu menipu anjing. "Jadi, ya ini (deteksi covid-19 dengan anjing) bekerja pada orang tanpa gejala," jelasnya.

Baca juga: Tampung 1.300 Anjing hingga Kuda, Wanita Ini Dijuluki Kesatria Hewan 

Ilustrasi anjing. (Foto: Ubergizmo)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini